Skip to main content

Lovemeter

Tadi pagi dengerin EBS FM, terus ada acara namanya Lovemeter. Yah, semacam Playboy Kabel tapi via radio gitu lah. Ada pelapor, korban en penggodanya juga
FYI, baru kali ini saya nyampe kantor cukup pagi untuk dengerin acara ini Biasa juga pas datang, ni acara udah kelar *dasar pegawai tukang ngaret!*
Jadi hari ini pelapornya bernama Andre. Dia ngelaporin ceweknya yang namanya Dea. Andre bilang, Dea tuh sekarang tingkah lakunya mencurigakan, makanya dia kepingin ngetes apa Dea masih cinta atau nggak sama dia.
Lalu si penggoda *yang adalah si penyiar bernama Rudy* menelepon Dea. Tentu saja Andre tetap online selama proses ini, tapi dia udah disuruh tutup mulut selama proses Rudy menggoda Dea *yaeyalaaa, kalo nggak kan ketahuan! *
Dialog selanjutnya begini:


Rudy: halo, ini Dea, ya?
Dea: iya. Ini siapa?
Rudy: aku Edi, temennya Fifin... kapan itu ngobrol-ngobrol sama Fifin, terus aku nanya ’Fin, punya temen cewek engga?’, terus dikasih nomor kamu deh… *oya, Andre memang menyuruh Rudy mengaku temennya Fifin, yang adalah temen dekat Dea*

Terus obrolan basa-basi berlanjut. Nanya-nanya sekolah di mana lah, punya FS apa engga lah, ya yang semacam itu deh. Terus begini:

Rudy: ohh, sekolah kamu deket sekolahku, ya? Kapan-kapan kita bareng boleh ngga?
Dea: nggak bisa, aku naik motor.
Rudy: maksudnya aku yang jemput kamu, gitu.
Dea: ah nggak ah. Ntar aku ada yang marah.
Rudy: ohh, kamu udah punya cowok? *sok pasang suara kecewa *
Dea: iyalah udah.
Rudy: gitu... terus kalau kapan-kapan kita ketemuan boleh nggak?
Dea: mmm... ntar aku tanya dulu deh ama cowokku.
Rudy: kamu kok kayaknya takut banget sih sama cowokmu? Kalo dia diputusin aja, gimana?
Dea: ihh, apaan sih. Nggak lah, aku kan sayang sama cowokku.


Haha, memang sangat berbeda ya, antara cowok sama cewek kalau digoda? Kalau cowok yang diajak kenalan dan ketemuan, mana mungkin sih dia bilang, “Aku tanya dulu deh sama cewekku”? Yang ada malah langsung ngejawab, “Boleh, mau ketemu di mana?”

Comments

Anonymous said…
terbukti cewe mank lebih SETIA drpd cowo...hahaha ;p
Anonymous said…
hmmmm... lucu ya. gw jadi penasaran acaranya kayak apa.. :P
icHaaWe said…
ngeneeesss.... lagian tuh cowok bkn nanya2 dulu dr awal
Stephanie Zen said…
nisa: tadi pagi ada lagi acaranya, to kali ini cwenya kebukti selingkuh! haha!

icha: iyaya mbak, kayak gini kan malah bikin hubungan jd buruk ya? >.<
Anonymous said…
ada-ada aja...

Popular posts from this blog

One Last Chance

With a grateful heart, I proudly present you my 11th book: Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Setiap kisah cintanya yang berantakan selalu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya. Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true . Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama. Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalka...

Available Now on Bookstores!

Harusnya dari Selasa kemarin posting, tapi ga sempat-sempat.. It's officially available on the bookstores now! Bisa dibeli di toko-toko buku terdekat ya! Mau beli secara online juga bisa di sini atau di sini . Ditunggu commentnya jika sudah baca. Tengkyu, everybody!

Nobody's Perfect

It's available on the bookstores now! Ini nih bocoran ceritanya.. Bella punya segala hal yang diinginkan seorang cewek; cantik, pintar, dan keluarga yang tajir abis. Tapi lebih dari segalanya, ia bersyukur banget punya kakak seperti Nico. Bella sangat mengagumi Nico. Ia menganggap Nico sempurna, nggak ada cacat celanya. Ketika Nico melanjutkan kuliah di Melbourne, Bella kelimpungan, karena selama ini ia nggak pernah jauh dari kakak tersayangnya itu. Jovi, sahabat Bella, menyarankan Bella untuk cari pacar, agar nggak terus-menerus teringat Nico. Sayang, saran Jovi lebih mudah untuk diucapkan ketimbang dipraktekkan. Hubungan Bella dengan cowok-cowok yang dekat dengannya nggak berjalan mulus, karena ia mencari figur cowok perfect. Perfect, di mata Bella, adalah yang seperti Nico. Padahal, mana ada sih cowok yang perfect di dunia ini? Bella nggak tahu aja, sebenarnya Nico menyembunyikan sebuah rahasia besar. Ketika rahasia Nico terungkap, Bella syok berat. Dia sama sekali nggak menyang...