Skip to main content

Posts

Showing posts with the label faith

The Book

Okay, quick question! Berapa banyak dari kita yang suka seenak udelnya memakai ayat Alkitab dan mencocok-cocokkannya dengan situasi kita? Contoh: lagi naksir cowok atau cewek, dan mendadak ayat favoritnya Mazmur 37:4 alias “Dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” *yakale* Hati-hati, Tuhan bisa jadi akan menegur kita seperti Ia menegur Iblis yang berusaha mencobai-Nya dalam Matius 4:7! Jesus answered him, “It is also written: ‘Do not put the Lord your God to the test.’ ” Kalau di gue ya, ini ibaratnya ada orang ngutip buku gue seenaknya buat adu argumen sama gue. Udah gitu, ngutipnya salah, pula! Tengsin berat lah lo! Hehehe. Anyway, perlu diingat bahwa Alkitab itu… Memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16) Mengajar . Membuat kita yang awalnya tidak tahu, menjadi tahu. Dari apa yang tadinya kita lakukan...

Mean What You Pray

Oke, first of all, I wanna introduce you to the community which I am in charged of at my church here: Christ Impacting Agency (CIA), a youth ministry of Gereja Oikos Place of Faith Singapore! We’ve just started this ministry last March, with only a few people, consists of Indonesian students in Singapore whom between 12-22 years old.  Pada awalnya saya lempeng aja memulai dengan jumlah yang kecil (sekitar belasan). Toh di Singapore ini tempat orang datang dan pergi. Turnover rate-nya tinggi sekali, apalagi kalau pelajar, mereka mungkin stay di sini cuma untuk jangka waktu setahun atau dua tahun, setelah itu back for good ke Indonesia atau melanjutkan ke negara lain. Alasan lain adalah Tuhan Yesus toh juga memulai cuma dengan 12 murid, tapi dengan 12 orang itu Dia sanggup mengguncang dunia, jadi yaaah saya percaya CIA yang cuma belasan juga bisa Dia pakai untuk mengguncang Singapore *azeeek!* Cuma, beberapa minggu terakhir ini entah kenapa saya kok mulai lemah-letih-lesu...

Ziklag

Beberapa hari yang lalu, saya lagi baca One Year Bible Plan, waktu roommate saya ingatin untuk bayar uang kost. FYI, we rent a unit of HDB (sebutan untuk rumah susun di Singapore) here, consists of three bedrooms, and one of those rooms has been vacant for a month. We’ve been trying our best in order to find a housemate, but still haven’t found one yet. Nah, berhubung saya dan roommate saya nyewa satu unit, konsekuensinya adalah kalau ada kamar yang kosong, kami yang harus nanggung pembayarannya. Haha, finding a housemate is frustating, and paying for a vacant room is even more! :p But then, we have no choice. Jadi, waktu roommate saya ingatin untuk bayar uang kost (karena memang udah waktunya bayar), I went downstair to withdraw money from ATM (di bawah rumah saya ada mesin ATM, lol!). Waktu habis ngambil uang, saya cek saldo, dan… langsung mengasihani diri sendiri, wkwk. Ironis sekali bagaimana sederet angka yang terpampang di monitor mesin ATM bisa mempengaruhi mood-mu, ya? :p N...

Back to Egypt

Minggu lalu saya melakukan sebuah kesalahan yang bener-bener bikin damai sejahtera saya hilang, which was… terima orderan essay.  Terima orderan essay ini maksudnya, kita ngerjain essay (tugas) orang lain, dan dibayar untuk itu. Saya dapat “job” ini dari teman saya, yang dapat dari salah satu kenalannya, mahasiswa di satu universitas di Singapore (nggak sekampus sama saya). Saya nggak tahu siapa si “pemesan” ini, hanya tahu bahwa dia menawarkan S$ 200 (-/+ Rp 1.500.000) untuk essay 1700 kata. Waktu itu, saya terima bukan karena duitnya, tapi lebih karena lagi nganggur banget, dan ya udah lah, hitung-hitung dapat uang tambahan buat living cost di sini (yang nggak murah :p). Essaynya sendiri gampang banget, saya selesai ngerjain cuma dalam beberapa jam. But it’s funny how Holy Spirit keeps convicting you when you do something that displeases God. Asli lho ya, selama dan sesudah ngerjain itu, damai sejahtera saya hilang dan saya seperti terus-menerus dikejar perasaan bersalah. The...

Grew Worse

Bulan lalu, finance saya agak berat :p Berhubung akhir Februari itu waktunya untuk bayar uang kuliah untuk semester berikutnya, dari awal bulan saya sudah bertekad, bahwa kalau bisa bulan Februari saya nggak ganggu ortu saya dengan minta biaya hidup banyak-banyak. Kalau bisa, biaya hidupnya nggak minta sama sekali deh, yang berarti… harus nyari duit sendiri. Saya mulai menyusun rencana, kira-kira dari sumber mana saja saya bisa dapat pemasukan untuk membiayai hidup saya bulan itu. Berhubung saya bantuin teman saya jadi runner property agent (merekomendasikan orang-orang yang lagi cari kamar, rumah, dsb ke dia, dan kalau gol dapat komisi), saya menargetkan beberapa prospek klien saya bulan itu untuk gol. Saya juga menggadang-gadang novel terbaru saya kontraknya turun bulan Februari, supaya DP-nya juga bisa turun.  But, then… Tuhan berkehendak lain. Klien saya nggak ada yang gol sama sekali! :)) Dan perkiraan saya bahwa DP novel baru bakal turun bulan kemarin pun meleset. Lebih...

Forgiven

Duluuuu banget, ada satu-dua dosa di masa lalu saya yang selalu mencoba untuk mengusik saya kembali. Saya tahu, itu salah satu bentuk intimidasi iblis, di mana dia selalu ingin membuat saya, dan kita semua, meragukan akan anugerah pengampunan Allah. Iblis ingin membuat kita ragu, “Benarkah Tuhan mengampuniku semudah itu? Hanya dengan aku percaya pada Yesus?” Nah, dari Alkitab kita bisa melihat, bahwa dosa “afraid of not being forgiven” ini sudah ada dari duluuu banget. Saudara-saudara Yusuf – setelah ayah mereka, Yakub, mati – merasa ketakutan karena diusik oleh dosa-dosa masa lalu mereka, yaitu menjual Yusuf kepada pedagang budak.  Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya." (Kejadian 50 : 15) Bukan cuma takut Yusuf belum benar-benar mengampuni mereka, mereka juga sudah merancang sebuah siasat untu...

Live to the Hilt

Yuk dibaca dulu ayat yang ini… When Abram was ninety-nine years old, the Lord appeared to him and said, "I am God Almighty; walk before me faithfully and be blameless.” (Genesis 17 : 1 NIV) Waktu baca ayat ini, saya sempat bengong. Bukannya apa-apa, tapi perintahnya Tuhan ke Abraham itu lho… “walk before me faithfully and be blameless”! Hmm, okay, walk before Him faithfully bisa lah ya… but be blameless (atau terjemahan Indonesianya “tidak bercela”)? How come? Aren’t we all sinners? Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. (Roma 3 : 23) Jadi, gimana mungkin Tuhan menuntut Abraham untuk be blameless alias hidup nggak bercela? Tapi, saya lalu coba bandingkan dengan Alkitab versi terjemahan lainnya… *Intermezzo dikit, satu hal yang saya sukai, dan sangat saya syukuri, tentang Alkitab adalah… ada begitu banyak terjemahan Alkitab yang tersedia, sangat mudah diakses – just a single click away in YouVersion, anytime, anywhere! – dan kita seb...

More Than Just Sing!

Dua minggu lalu, saya pelayanan perdana di Praise & Worship Team di gereja saya di sini, jadi… singer. Wekekek. Saya suka nyanyi, tapi sejauh ini keberanian tampil saya dibatasi oleh dinding-dinding kamar mandi, fufufu. But then, I found out that this is another area where I can serve my God, so I challenged myself to join the new PW training class few weeks ago.  PW training ternyata seru sekali! Saya belajar teknik-teknik dasar menyanyi, mulai pernafasan, artikulasi, etc. Tapi tentu lebih excited untuk belajar bagaimana mencegah kebaktian di mana kamu melayani berubah menjadi “konser musik”. Karena kalau suatu kebaktian di mana PW teamnya berfokus pada diri sendiri, dan bukannya Tuhan, tentulah kebaktian itu hanya akan jadi sebuah konser musik, di mana jemaat yang hadir hanya menikmati musik dan nyanyian, padahal tujuan praise and worship saat kebaktian adalah untuk memuji dan menyembah Tuhan, sekaligus mempersiapkan hati jemaat untuk menerima Firman Tuhan. Apa jadin...