Skip to main content

Posts

Showing posts with the label bertanya-tanya?

Love Me, Please

Malam ini, dalam perjalanan pulang, ketika bus yang saya tumpangi berhenti di sebuah halte, saya memandang keluar dan mendapati sebuah adegan yang membuat otak saya berpikir. Dua orang berpelukan di halte, jenis pemandangan yang sudah sering saya jumpai di Singapore (meski saya tahu saya tak akan pernah terbiasa melihatnya, sama seperti saya tak akan pernah terbiasa melihat orang kissing di tempat umum). Sang cowok, berpotongan rambut ala artis-artis Korea namun dengan dandanan serba hitam, membelai perlahan punggung ceweknya, sementara sang cewek, yang memakai tank top dan hot pants, menggelendot mesra di leher sang cowok, seolah-olah, kalau meniru kata Pitbull dan Ne-Yo di lagu Give Me Everything (I accidentally heard this song this afternoon while I was in an apparel store, and I couldn’t do anything but shook my head)… “we might not get tomorrow.” Cukup lama saya memerhatikan pasangan itu sambil berpikir, betapa manusia sangat haus akan perasaan ingin dicintai, sampai kad...

855

Saya biasa ke kampus dengan naik bus 855 dari halte seberang rumah. Bus 855 ini satu-satunya direct bus dari rumah ke kampus, dan sebaliknya. Naik bus lain bisa sih, tapi at least harus dua kali ganti.  Nah, saya suka empet karena bus 855 mayoritas… butut. Nih, lihat aja fotonya…  courtesy of http://www.sgbuses.com/v/smb/mbo405-H-oac/mobitec/TIB583S-855-M.JPG.html Bukannya gimana, tapi saya kan paling sering naik bus ini, dan perjalanan rumah-kampus juga cukup lama (sekitar setengah jam), jadi saya sedikit berharap setidaknya ada bus yang lebih bagus lah yang bisa saya naikin tiga hari dalam seminggu (masing-masing dua kali tiga puluh menit), ke kampus dan sebaliknya.  Beberapa kali, karena senewen mendapati bus 855 yang selalu butut, saya mencoba naik bus lain ke kampus. Tentu saja, seperti yang sudah saya bilang di atas, 855 satu-satunya direct bus dari rumah ke kampus dan sebaliknya, dan kalau saya nekat naik bus lain, saya kudu ganti bus. Demi kenyamanan semu *...

No Christ, No Christmas

One of my favorite things about Christmas is… Christmas decoration! FYI, ini pertama kalinya saya ada di Singapore menjelang Natal (I will be at my hometown during Christmas and New Year :p), dan dekorasi Natal di sini, terutama di daerah Orchard, sudah dipasang mulai pertengahan November lalu. Baguuuus, dan benar-benar membuat terpana. Sayang belum sempat foto di sana, soalnya tiga minggu kemarin kan BB saya rusak, heuhehe. Hopefully next week sempat ke sana dan foto-foto sebelum mudik :D Beberapa hari yang lalu juga saya sempat jalan-jalan ke Vivo City (salah satu mal yang NGGAK terletak di kawasan Orchard), dan dekorasi di sana pun benar-benar bagus! Mereka ada semacam christmas bazaar juga di atriumnya, jual aneka pernak-pernik christmas kayak cards, trees, gifts, anything about Christmas deh! Saya jalan-jalan sebentar di tengah bazaar itu, dan mendadak teringat status Facebook my best friend and sister, Ci Rina Suryakusuma : And I know how true it was. There would...

Logika Manusia vs Janji Tuhan (part 2)

Yang belum baca part 1-nya, bisa baca di sini ya :D Oke, kemarin kita udah bahas gimana logika manusia sering banget mengalahkan janji Tuhan kepada mereka, sering banget kita lebih bergantung pada logika kita sendiri dibanding janji setia penyertaan Tuhan. Nggak cuma kita kok, tokoh-tokoh di Alkitab juga ada yang begitu. Nah, kalau kemarin kita udah lihat contoh-contoh “buruk”nya, yuk sekarang kita lihat tokoh-tokoh dalam Alkitab yang imannya patut dikasih jempol, karena patuh pada perintah dan janji Tuhan, meskipun perintah dan janji tersebut kedengarannya nggak masuk akal. 1. Abraham Nggak usah ditanya lah ya gimana imannya Abraham. Waktu Tuhan suruh Abraham pergi dari Ur-Kasdim, Tuhan nggak ngasih tahu kan ke mana Abraham sebenarnya harus pergi? Tuhan cuma bilang: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” (Kejadian 12:1) Ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu! Di mana? Nggak tahu! ...

Logika Manusia vs Janji Tuhan (part1)

Pernah nggak sih, kita merencanakan segala sesuatu yang, di mata kita nih, semuanya udah perfect? Secara logika juga nggak ada missed-nya sedikit pun deh! Dan tiba-tiba… JDUERRR… segalanya malah berjalan nggak sesuai rencana? Dan justru malah… berantakan? Nah, sekarang apa yang mau saya ocehkan di sini? Yup, kecendurangan kita (baca: manusia) untuk merencanakan segala sesuatu hanya berdasarkan logika atau akal sehat kita yang terbatas , dan pada akhirnya malah membuat segala sesuatu kacau balau! Alkitab mencatat banyak kisah di mana logika manusia “mengalahkan” janji Allah, atau membuatnya lupa akan janji tersebut. Yuk, kita lihat beberapa contohnya: 1. Sara Karena melihat dirinya mandul, Sara (pada waktu itu namanya Sarai) mengambil hamba perempuannya, Hagar, dan memberikannya pada Abraham (pada waktu itu namanya Abram), suaminya, untuk dijadikan istri. Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampir...

Nasionalisme

Komunitas mahasiswa Indonesia di kampus saya bernama IndoJCUSnesia (JCUS stands for James Cook University Singapore), dan kami punya group di Facebook . Saya nggak aktif di group, juga di pergaulan antar sesama anggota grup ini di dunia nyata. Join group hanya supaya tahu aja kalau ada info-info penting. Nah, lately mereka lagi heboh ngomongin… (apa lagi kalau bukan) Independence Day. Asal tau aja, banyak komunitas mahasiswa Indonesia di kampus-kampus di Singapore sini, dan pas 17-an ya mereka ngadain acara, mulai upacara bendera, sampai aneka lomba gitu. Terus, KBRI di Singapore juga pasti ngadain acara lah ya. Udah dari beberapa hari lalu sih diumumin kalau bakal ada upacara bendera di KBRI, yang bakal dimulai jam 7 pagi (katanya bakal ada bazaar makanan Indonesia juga, tapi nggak tahu beneran ada apa nggak, secara bulan puasa kan), dan banyak yang bilang mau ikutan. Jujur aja saya pengen ikutan, karena kangen upacara bendera (mana dulu jadi pemimpin upacara selama 3 tahun lh...

Bad Words

Saya ambil ekskul chinese language di kampus. Kelasnya tiap Senin sore, dan tutornya cewek dari RRC bernama Meng Yan a.k.a Moki, yang juga murid program S2 di kampus saya. Orangnya asyik banget, sabar, lucu, ekspresif, pokoknya te-o-pe lah jadi tutor :D Ini minggu ke-empat saya ikut ekskul ini, dan minggu lalu ada murid cowok baru dari Maldives Island, namanya Maain. He missed first and second week class – which were really important, because the basic of this language is learned in those two weeks – tapi semangat belajarnya oke banget, dan dia juga proaktif nanya-nanya. Nah, tadi Maain cerita sama Moki, kalau ada temen sekelasnya (orang RRC) yang bilang satu kata dalam bahasa Mandarin ke dia, tapi dia nggak tau apa artinya. Waktu Moki nanya kata apa itu, Maain kasih tau, dan… muka Moki dalam sekejap langsung merah padam! Terus saya, dan tiga murid lainnya (cowok, dua dari India dan satu dari Indonesia) penasaran juga, jadi kami nanya, apa sih arti kata itu? Moki langsung gele...

Nggak Seiman, So...?

Kemarin cell group saya, ACT, pergi outing alias jalan-jalan ke Makan Sutra, di daerah Esplanade. Oiya, sebelumnya kenalan dulu ya sama anggota ACT, nggak afdol kalau nggak kenalan *bilang aja mau nampang :p* Eng ing eng… perkenalkan: Left to right: Daniel, saya (yang rambutnya lagi nggak banget -_-), Jovi (she’s my roommate), and our leader, Andy. Sebenernya masih ada anggota-anggota lain, which are Epi, Lusi, dan Didi, tapi kemarin yang bisa pergi cuma empat oknum ini, ya sutralah. Anyway, ide untuk posting ini saya ambil dari obrolan kami saat makan kemarin. Pertamanya sih kita ketawa-ketiwi bahas segala macam (trust me, kalau empat orang ini udah ngumpul, bahasannya bisa sangat absurd dan dalam lingkup topik yang tak bisa diperkirakan, so… beware! Hehehe nggak deng, bercanda :p), terus ujung-ujungnya kok obrolan jadi serius. Kami bahas tentang… pernikahan yang nggak seiman. Nah, sebelum saya lanjut lagi, saya mau share satu postingan yang bagus bangettt tentang hal ini, dulu saya ...

FTV Brondong Lover's Update

Got some infos about my FTV: Thanks, Yumico, for informing me Menebak-nebak saja, kira-kira Deasy Bouman bakal bermain sebagai siapa ya? Tebakan saya sih sebagai Nadya, kakaknya Nasha alias Pevita Pearce. Dan mmm… Stuart Collin? Kayaknya dia yang jadi Elang deh… *nebak doang* Eww… kalau emang bener dia yang jadi Elang, saya kurang sreg. Karena, gimana ya… Elang kan di Brondong Lover ceritanya ganteng BANGET, dan sorry to say nih ya, menurut saya Stuart Collin nggak ganteng Dan namanya mengingatkan saya pada… Stuart Little dan Phill Collins *piss ya, Mas Stuart * Moga-moga Stuart mainnya jadi Sucipto aja deh. Temennya Dave yang sengak dan rese itu, hehehe…

Semua Cewek Itu Matre (?)

Pertanyaan itu muncul waktu kemarin saya nonton acara Take Him Out Indonesia. Buat yang nggak tau, Take Him Out itu semacam acara cari jodoh. Karena ada embel-embel “Indonesia”-nya, sudah jelas acara ini diadaptasi dari acara TV luar negeri. Nah, kemarin ada satu kontestan cewek, yang disukai oleh beberapa cowok. Sebut aja namanya X *nggak enak nyebut nama aslinya * Pada akhirnya, setelah diseleksi, tersisalah tiga orang cowok yang bisa dipilih oleh si X ini. Untuk bisa mengeliminasi satu cowok lagi, si X diminta untuk mengajukan pertanyaan yang nantinya akan dijawab oleh ketiga cowok itu tadi. Si X nanya, “Apa pendapat kalian tentang cewek matre?” Cowok pertama bilang, “Ke laut aja deh!” Cowok kedua bilang, “Cewek matre itu cewek yang masih kecil. Dia nggak mikir ke depan, maunya cuma seneng-seneng aja.” Cowok ketiga bilang, “Blablablabla… intinya say no to cewek matre!” Si X mengeliminasi cowok ketiga. Tersisalah cowok pertama dan kedua. X diminta mengajukan pertanyaan lagi. K...

Saya = Manohara?

Kemarin senyam-senyum karena baca wall dari Titish ini: Hihihi.. walaupun ada kata "agak"-nya, tapi teteeep saya merasa tersanjung sekali lho udah dibilang mirip sama Manohara *asal ga mirip nasibnya aja * Anyway, inilah tampang Manohara, emang mirip saya ya.. Berarti, saya nggak boleh jalan-jalan ke Malaysia nih, apalagi ke wilayah Kelantan, kan bahaya kalau Tengku Fakhry ngeliat terus naksir saya.. PS: buat yang nggak tau Manohara itu siapa, baca koran deeeh

Buku "Berat"

Nggak tau kenapa, belakangan saya mulai tertarik baca buku-buku “berat”. Mulai buku politik, buku bisnis, pokoknya jenis buku yang sebelum ini nggak pernah sekalipun saya sentuh atau lirik di toko buku. Beberapa buku yang saya baca adalah Harus Bisa! – Seni Memimpin ala SBY karya Dr. Dino Patti Djalal, dan 100 Great Business Ideas karya Emily Ross dan Angus Holland. Sejauh ini, saya sama sekali nggak menyesal sudah baca kedua buku itu. Bersyukur, malah, karena saya jadi punya banyaaaak sekali wawasan baru dari kedua buku itu. Sebelum ini, bacaan saya berkisar antara buku-buku TeenLit dan Metropop. Buku psikologi saya nggak suka. Chicken Soup cs juga saya nggak suka. Males aja gitu bacanya. Satu-satunya buku psikologi yang saya baca *dan suka* adalah Banyak Cowok Masuk Dalam Hidupku, Manakah yang Harus Kupilih? karya Michelle McKinney Hammond. Buku ini top banget, saya pernah mereviewnya di sini Nah, saya jadi mikir: kenapa saya mendadak jadi suka buku-buku “berat”, ya? Waktu meliha...

China Super Series (2) Final Result

Menyambung postingan saya tentang China Super Series (2) sebelum ini , saya harus menyampaikan kenyataan pahit *ceile* bahwa satu-satunya harapan Indonesia, Tony Gunawan/Candra Wijaya pun gagal di semifinal, kalah dari pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Morgensen. Sayang banget, karena Candra/Tony sudah mencuri set pertama lebih dahulu, tapi kayaknya memang masalah stamina menjadi kendala terbesar pasangan gaek ini. Mereka sudah bukan lagi Candra/Tony yang meraih medali emas di Olimpiade Sydney tahun 2000 silam. Umur mereka sudah bertambah 8 tahun, dan mereka pun kini harus berlatih sendiri-sendiri *karena Tony hijrah ke US*, sementara banyak ganda putra berusia muda yang siap menggebrak dengan permainan solid dan stamina tinggi yang mereka miliki. Biarpun begitu, saya tetap salut banget sama Candra/Tony. Mereka salah satu ganda pria terhebat yang pernah dimiliki Indonesia Anyway, gelar juara di China SS (2) ini akhirnya hanya menjadi milik China dan Korea. China merebut di tungga...

Daughtry Ohh Daughtry...

Saya berencana nonton band favorit saya sepanjang masa, Daughtry , di acara Sony Ericsson Traffic Jam tanggal 25 Juli nanti. Tapi ternyata, dapatin tiketnya asli ribet banget! Jadi begini, karena ini acara Sony Ericsson, satu-satunya jalan mendapatkan tiketnya adalah dengan: beli ponsel SE yang tipe W, mulai dari W350i, W380i, W580i, pokoknya semua yang tipe W itu lah. Busyeeett nguras kantong banget, kan? *apalagi saya nggak punya planning buat beli HP! Dan belum lagi harus punya budget untuk transport PP ke Jakarta! * Tapi ternyata nggak sebatas itu aja. Untuk pembelian ponsel SE di Surabaya, Medan, Makassar, dan Jogja, kita baru akan mendapatkan nomor undian. Yang berarti, belum otomatis dapat tiket Daughtry. Saya sempat bingung, kok ribet banget ya prosedurnya? Tapi ternyata pemenang undian dari empat kota besar di atas nggak cuma akan dapat tiket Daughtry, tapi juga akomodasi satu malam dan transport PP untuk dua orang. Hah, pantesaaann pakai diundi segala! Tapi saya nggak b...