Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Thoughts on the Bus

Pindahan #2: Putus

Nggak, saya nggak putus. Lha mau putus sama siapa? Okay, selamat datang kembali di blog post series Pindahan! Buat yang belum baca part 1-nya, sila dibaca di sini ya, biar nggak bingung saya ngoceh tentang apa. Lanjuttt! Untuk pindahan kali ini, saya memutuskan nggak pakai jasa mover alias tukang jasa pindahan. Kenapa? Karena selain barang saya nggak banyak-banyak amat, pakai mover di sini juga lumayan mahal, bisa $70 - $100. Mending duitnya dipake buat beli baju baru . Nah, resiko nggak pakai mover adalah, saya harus mau pindahin barang saya sedikit demi sedikit dari rumah lama ke rumah baru. Rutinitas saya tiap pagi selama seminggu belakangan kira-kira begini: tiap pagi ke kantor bawa gembolan dua travel bag atau satu koper --> Dilihatin dan ditanyain sama orang-orang sekantor, "Wah, you're flying back home, ah?" --> I wish --> Kerja membanting tulang demi sepetak kamar sampai kira-kira jam 7 malam --> Gotong-gotong gembolan ke rumah baru. Asal ta...

The Book

Okay, quick question! Berapa banyak dari kita yang suka seenak udelnya memakai ayat Alkitab dan mencocok-cocokkannya dengan situasi kita? Contoh: lagi naksir cowok atau cewek, dan mendadak ayat favoritnya Mazmur 37:4 alias “Dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” *yakale* Hati-hati, Tuhan bisa jadi akan menegur kita seperti Ia menegur Iblis yang berusaha mencobai-Nya dalam Matius 4:7! Jesus answered him, “It is also written: ‘Do not put the Lord your God to the test.’ ” Kalau di gue ya, ini ibaratnya ada orang ngutip buku gue seenaknya buat adu argumen sama gue. Udah gitu, ngutipnya salah, pula! Tengsin berat lah lo! Hehehe. Anyway, perlu diingat bahwa Alkitab itu… Memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16) Mengajar . Membuat kita yang awalnya tidak tahu, menjadi tahu. Dari apa yang tadinya kita lakukan...

Spread Your Wings!

I have been physically and emotionally exhausted lately, but, by God’s grace, I refuse to be spiritually exhausted as well. YEAH! :D Anyway, few days ago, when I was on my way to school, God reminded me about how often I rely on my own strength. Tau kan, kalau lagi ada masalah, terus kita sibuk sendiri mikirin jalan keluar dari masalah itu, atau nanya ke orang-orang terdekat kita, BUKANNYA berdoa dulu sebelumnya. Yang mana pada akhirnya kita justru capek sendiri, stres, tapi masalahnya justru nggak selesai-selesai -.- Kata Firman Tuhan: Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN. (Yesaya 31:1) Duh, dibilang "celaka", lho! Serem ya? :s Padahal, kadang saat kita berhenti bergantung pada kekuatan kita sendiri, justru saat itulah Tuhan ...

Love Me, Please

Malam ini, dalam perjalanan pulang, ketika bus yang saya tumpangi berhenti di sebuah halte, saya memandang keluar dan mendapati sebuah adegan yang membuat otak saya berpikir. Dua orang berpelukan di halte, jenis pemandangan yang sudah sering saya jumpai di Singapore (meski saya tahu saya tak akan pernah terbiasa melihatnya, sama seperti saya tak akan pernah terbiasa melihat orang kissing di tempat umum). Sang cowok, berpotongan rambut ala artis-artis Korea namun dengan dandanan serba hitam, membelai perlahan punggung ceweknya, sementara sang cewek, yang memakai tank top dan hot pants, menggelendot mesra di leher sang cowok, seolah-olah, kalau meniru kata Pitbull dan Ne-Yo di lagu Give Me Everything (I accidentally heard this song this afternoon while I was in an apparel store, and I couldn’t do anything but shook my head)… “we might not get tomorrow.” Cukup lama saya memerhatikan pasangan itu sambil berpikir, betapa manusia sangat haus akan perasaan ingin dicintai, sampai kad...

Sinyal

Tadi pagi, seperti biasa, saya naik bus 855 ke kampus. Dan seperti biasa juga, sepanjang perjalanan ke kampus kerjaan saya adalah ngecek timeline twitter, sekalian balas kalau ada mention yang masuk, atau ngetweet kalau ada random thoughts popped on my mind. Nah, di Singapore ini saya pakai provider StarHub, yang nyaris nggak pernah bermasalah. Sinyal kuat, akses internet cepat, pokoknya oke punya deh! Di MRT atau di jalan pun, sinyal tetap lancar jaya! Kecuali… jika sudah memasuki kawasan Lutheran Towers sampai Adam Road, entah kenapa sinyalnya SELALU angot-angotan. Layaknya orang yang mau ngetweet tapi layar masih memunculkan kata “sending…” akibat sinyal yang kembang-kempis, saya pun senewen. Tapi tadi pagi, Tuhan menaruh pikiran ini dalam benak saya: Merasa nggak, kalau kita ini seperti sinyal HP, dan Tuhan adalah menara pemancarnya?   Courtesy of http://dikrivan.blogspot.com/2011/02/pengganggu-sinyal-wifi-ada-beberapa.html Pertama, Tuhan Yesus bilang:  ...

855

Saya biasa ke kampus dengan naik bus 855 dari halte seberang rumah. Bus 855 ini satu-satunya direct bus dari rumah ke kampus, dan sebaliknya. Naik bus lain bisa sih, tapi at least harus dua kali ganti.  Nah, saya suka empet karena bus 855 mayoritas… butut. Nih, lihat aja fotonya…  courtesy of http://www.sgbuses.com/v/smb/mbo405-H-oac/mobitec/TIB583S-855-M.JPG.html Bukannya gimana, tapi saya kan paling sering naik bus ini, dan perjalanan rumah-kampus juga cukup lama (sekitar setengah jam), jadi saya sedikit berharap setidaknya ada bus yang lebih bagus lah yang bisa saya naikin tiga hari dalam seminggu (masing-masing dua kali tiga puluh menit), ke kampus dan sebaliknya.  Beberapa kali, karena senewen mendapati bus 855 yang selalu butut, saya mencoba naik bus lain ke kampus. Tentu saja, seperti yang sudah saya bilang di atas, 855 satu-satunya direct bus dari rumah ke kampus dan sebaliknya, dan kalau saya nekat naik bus lain, saya kudu ganti bus. Demi kenyamanan semu *...

A Pharisee Inside!

Yuk dibaca dulu yang berikut ini :D Perumpamaan tentang orang Farisi dengan pemungut cukai  (Lukas 18:9-14) 18:9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain , Yesus mengatakan perumpamaan ini: 18:10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Al...