Skip to main content

Ada-Ada Saja!

Aduh, konyol sekali!
Masa kemarin di kantor kan saya sama Tante Esther lapar, terus kita pesan McD via 14045. Lalu kita dengan hepi nungguin si McD datang. Bayangan ayam dan kentang goreng sudah menari-nari di depan mata. Apalagi ditambah ice cream sundae, hmm... ymummy!
Tapi tunggu punya tunggu, ternyata si McD tak kunjung datang *duh bahasanya nggak banget deh *, dan tiba-tiba Oom Bos bilang, “Ayo ikut.”
Saya, dengan ekspresi bodoh, bertanya, “Ke mana, Oom Win?”
Oom Bos bilang, “Mau tak ajak makan sama Oma. Ikut nggak?”
Saya dan Tante Esther lihat-lihatan. Gimana dengan pesanan McD kami??? Masa ditinggal di kantor, kan mubazir... Tapi lebih mubazir lagi kalau menolak ajakan makan, secara Oom Bos selalu tahu tempat-tempat makan yang huenaaakkk!
Akhirnya Oom Bos bilang, “Udah, McD-nya kasih buat anak-anak yang di bawah aja.”
FYI, yang dimaksud dengan “anak-anak di bawah” adalah para mas-mas teknisi kantor.
Akhirnya saya sama Tante Esther setuju, dan tanpa menunggu McD datang, ikut sama Oom Bos. Kita jemput Oma dulu di rumah, dan syalala... pergi ke Galaxy Mal! Yihuu!
Kirain mau makan di Wok Noodle as usual, tapi ternyata makannya di Ranch Cafe! Makan steak, man! Sama dimsum! Saya habis 1 porsi Beef Cordon Bleu, plus tiga macam dimsun! Bahagia!
Habis itu kita mampir ke Pakuwon City, lihat-lihat rumah baru Oom Bos yang lagi dibangun, terus balik lagi ke kantor.
Ehh, masa pas sampai kantor dan saya duduk di meja, saya nemu memo dari Mas Idin, salah satu teknisi yang “ketiban McD”. You can see it below.

Ya ampun!
Ada-ada saja!

Comments

icHaaWe said…
waaahhhh.... seneng dong yah...makan steak....
trus bisa beramal..kasi mcd ke yg lain
Anonymous said…
kalau gitu kamu harus sering2 ngasih makanan ke orang2 bawah donk.. mereka senang banget ketiban mcd gratisan :)
Stephanie Zen said…
ichaawe: iyaa, seneeengg bs berbagi :D

nisa: hihi iyah biasanya kalo saya abis royaltian gt suka dipalak ama mereka ;p

Popular posts from this blog

Pindahan #2: Putus

Nggak, saya nggak putus. Lha mau putus sama siapa? Okay, selamat datang kembali di blog post series Pindahan! Buat yang belum baca part 1-nya, sila dibaca di sini ya, biar nggak bingung saya ngoceh tentang apa. Lanjuttt! Untuk pindahan kali ini, saya memutuskan nggak pakai jasa mover alias tukang jasa pindahan. Kenapa? Karena selain barang saya nggak banyak-banyak amat, pakai mover di sini juga lumayan mahal, bisa $70 - $100. Mending duitnya dipake buat beli baju baru . Nah, resiko nggak pakai mover adalah, saya harus mau pindahin barang saya sedikit demi sedikit dari rumah lama ke rumah baru. Rutinitas saya tiap pagi selama seminggu belakangan kira-kira begini: tiap pagi ke kantor bawa gembolan dua travel bag atau satu koper --> Dilihatin dan ditanyain sama orang-orang sekantor, "Wah, you're flying back home, ah?" --> I wish --> Kerja membanting tulang demi sepetak kamar sampai kira-kira jam 7 malam --> Gotong-gotong gembolan ke rumah baru. Asal ta

Ziklag

Beberapa hari yang lalu, saya lagi baca One Year Bible Plan, waktu roommate saya ingatin untuk bayar uang kost. FYI, we rent a unit of HDB (sebutan untuk rumah susun di Singapore) here, consists of three bedrooms, and one of those rooms has been vacant for a month. We’ve been trying our best in order to find a housemate, but still haven’t found one yet. Nah, berhubung saya dan roommate saya nyewa satu unit, konsekuensinya adalah kalau ada kamar yang kosong, kami yang harus nanggung pembayarannya. Haha, finding a housemate is frustating, and paying for a vacant room is even more! :p But then, we have no choice. Jadi, waktu roommate saya ingatin untuk bayar uang kost (karena memang udah waktunya bayar), I went downstair to withdraw money from ATM (di bawah rumah saya ada mesin ATM, lol!). Waktu habis ngambil uang, saya cek saldo, dan… langsung mengasihani diri sendiri, wkwk. Ironis sekali bagaimana sederet angka yang terpampang di monitor mesin ATM bisa mempengaruhi mood-mu, ya? :p N

5566

Tahu grup 5566 *a.k.a double-five double-six , five-five six-six , or u-u-liu-liu * nggak? Itu lhoo… yang dulu pernah main serial drama Asia yang judulnya My MVP Valentine . Yang personelnya Tony Sun , Rio Peng, Zax Wang, Jason Hsu , sama Sam Wang. Nah, kemarin saya bongkar-bongkar kamar , dan… voila! Ketemu VCD karaoke lagu-lagu mereka! Terus iseng gitu kan nyetel di laptop, ehh... taunya masih bagus ! Dan hebringnya lagi, saya masih hafal kata-katanya! Tau deh pronounciationnya bener apa nggak, sudah dua tahun saya nggak menyentuh bahasa Mandarin sih Ahh... jadi kangen masa-masa nonton My MVP Valentine dulu. Jaman saya cinta-cintaan sama si mantan yang mirip salah satu personel 5566