Skip to main content

Posts

Showing posts with the label cengeng

Because of You

Kayaknya ini jangka waktu terlama saya nggak update blog, hehe. Enam bulan, bow! Padahal kemarin lagi nganggur-nganggurnya, kuliah udah beres, tinggal nyari kerjaan, tapi ya itu.. selalu menunda untuk menulis -.- Anyway, tahun ini sub tema gereja saya di sini adalah “go out” alias pergi menjangkau orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Bukan sekedar menambah kuantitas jemaat, tapi yang lebih penting adalah meningkatkan kualitas jemaatnya. Ini membuat saya teringat apa yang disampaikan teolog Jerman, Dietrich Bonhoeffer: And I once read somewhere, that the true meaning of Christianity is discipleship. Begitu pentingnya pemuridan atau pengabaran Injil ini, sehingga saat Yesus datang untuk kedua kalinya nanti, Ia nggak akan bertanya berapa banyak perusahaan yang kita miliki, seberapa besar rumah yang sudah kita bangun, atau jumlah mobil mewah yang kita koleksi. Ia hanya akan bertanya, “Adakah Kudapati iman di bumi?” (Lukas 18:8) Seberapa banyak orang yang telah kamu perkenalkan ...

Forgiven

Duluuuu banget, ada satu-dua dosa di masa lalu saya yang selalu mencoba untuk mengusik saya kembali. Saya tahu, itu salah satu bentuk intimidasi iblis, di mana dia selalu ingin membuat saya, dan kita semua, meragukan akan anugerah pengampunan Allah. Iblis ingin membuat kita ragu, “Benarkah Tuhan mengampuniku semudah itu? Hanya dengan aku percaya pada Yesus?” Nah, dari Alkitab kita bisa melihat, bahwa dosa “afraid of not being forgiven” ini sudah ada dari duluuu banget. Saudara-saudara Yusuf – setelah ayah mereka, Yakub, mati – merasa ketakutan karena diusik oleh dosa-dosa masa lalu mereka, yaitu menjual Yusuf kepada pedagang budak.  Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya." (Kejadian 50 : 15) Bukan cuma takut Yusuf belum benar-benar mengampuni mereka, mereka juga sudah merancang sebuah siasat untu...

A City on a Hill

Keyboard laptop saya tuh suka ngehang. Jadi, tombol huruf Y, U, H, J, N, M, 7, dan 8-nya kadang-kadang ngadat, nggak muncul huruf or angkanya di layar, meski sudah ditekan berkali-kali. Ngadatnya juga nggak bisa diprediksi. Kadang pas laptop habis dinyalain, kadang juga pas laptop sudah beberapa jam dipakai. Dan, paling sebel kalau… ngadatnya saat laptop lagi dipakai nulis! Bayangin aja, inspirasi yang sudah di ujung jari, tiba-tiba nggak bisa dituangin karena laptop ngadat! -_- Tapi yaaaah, apa boleh buat, kalau udah ngadat itu memang nggak bisa diapa-apain sih, paling ditunggu aja sampai udah nggak ngadat lagi. Nah, kemarin si laptop ngadat saat dipakai nulis, alhasil saya terpaksa melakukan kegiatan dengan laptop yang nggak melibatkan ketik-mengetik. So, I decided to continue read my “The One Year Bible Plan” on YouVersion (BTW, you can sign up and choose the bible reading plan for you too… for free! They have BUNCH of Bible reading plans! :D). Kemarin ada enam bacaan, dan...

Grace, Serve, and Sacrifice

Dua hari ini saya berasa "dihajar" habis-habisan dengan pesan tentang grace (kasih karunia), serve (melayani), dan sacrifice (berkorban). Semua renungan yang saya baca, lagu yang saya putar, beberapa tweet yang masuk ke timeline saya… semuanya mengarah ke tiga pesan ini. And I believe, there is no such thing as coincidence. Saya pernah merasa begini beberapa kali. I mean, selama jangka waktu tertentu Tuhan ingatkan saya akan satu hal, dan itu kayak dikejar-kejar gitu lho. Kepikiraaaaaaan terus. But I don’t mind sih, hehe. It’s comforting to know that He, through Holy Spirit, is still willing to talk to me. But, how I would respond to his voice, it depends on me.  Ada kalanya saya sibuuuk banget (kayak sekarang, di mana assignment minta ampun banyaknya, tiap minggu ada deadline, belum lagi udah mulai midterm tests period, terus naskah juga banyak yang udah lama dianggurin *sigh*), dan saya rasanya pengen bilang, “Aduh, Tuhan, jangan sekarang deh… nanti aja ya, sekarang...

Missing the Mark!

Nilai saya term lalu baru keluar akhir Oktober kemarin. And sadly to say… they do not meet my expectations. Huehehe. Term lalu saya ambil empat subject, which were Customer Experience Management, Personal and Professional Skills, Accounting for Decision Making, sama Business Negotiations. Nah, tiap subject punya beberapa assesment, kayak test, quiz, assignment, project group, dan tentu saja… final exam. Final exam yang punya kontribusi paling besar di nilai akhir, antara 40-50%. Jadi misalnya nilai untuk assesment lain lumayan oke, tapi final exam jeblok, nilai akhir juga pasti ikut jeblok.   Oya, assesment grades di kampus saya dibagi seperti ini:   High Distinction (HD atau nilai A): 85% - 100% Distinction (D atau nilai B): 75% - 84% Credit (C atau nilai C): 65% - 74% Pass (P atau sekedar lulus): 50% - 64% Di bawah 50%, otomatis failed alias harus ngulang subject itu lagi term berikutnya. Nah, assesments saya sebelum final exam puji Tuhan cukup bagus, kis...

Are You Ashamed of Your God?

Ola! Went back from Indonesia last Sunday, and really want to share the stories of my holiday, but I can’t help myself to post this story first, and holiday’s stories can wait, so… here we go! Term ini saya ambil salah satu subject (mata kuliah) yang namanya Leadership and Strategic Thinking. Dari namanya udah ketahuan lah ya pelajarannya tentang apa, of course tentang kepemimpinan. Nah, di akhir kelas kemarin, kita disuruh diskusi dalam kelompok kecil (4-5 orang) tentang siapa saja orang yang menurut kita adalah pahlawan atau leader kita, dan kenapa kita mengagumi orang tersebut. Dalam soal diskusinya, ada pernyataan “your heroes can be anyone from Mother Theresa to your next-door neighbor”, means orang tersebut doesn’t suppose to be known worldwide, as long as he/she has the character of a leader or hero for us. And of course you all can guess whose name appeared first on my mind. Yup! J-E-S-U-S . Tapi kemudian, batin saya mulai gelisah. Right after I inte...

Just Give Me Jesus

"The cross is not just a symbol of love or a fashion statement. The cross is your daily decision to deny yourself, your rights, your wants, your dreams, your plans, your goals, and deliberately, wholeheartedly, unreservedly, live out your commitment to God's will and God's way and God's Word, and God's wisdom. The cross is your decision to live for Him. Period." Taken from: *terhunjam ribuan belati*

A Pharisee Inside!

Yuk dibaca dulu yang berikut ini :D Perumpamaan tentang orang Farisi dengan pemungut cukai  (Lukas 18:9-14) 18:9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain , Yesus mengatakan perumpamaan ini: 18:10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Al...