Skip to main content

Posts

Showing posts with the label badminton

Singapore Open Super Series 2011

Hai! Some of you, whom a badminton lover like me, might wonder, how does it feel to watch badminton tournament not in Indonesia? Sudah menjadi rahasia umum, bahwa nonton turnamen bulutangkis di Indonesia tuh meriah banget. Apalagi kalau di Istora Senayan, yang, katanya, venue bulutangkis paling ditakuti pemain-pemain negara lain saking “angker”nya. Teriakan “IN-DO-NE-SIA,” tepuk tangan membahana, serta seruan “huuu…” bagi pemain negara lain, jelas bukan beban mental yang enteng bagi pemain-pemain non Indonesia itu. Nah, sekarang gimana kalau pemain Indonesia yang main di negara lain? Masih disorakin? Atau justru mereka yang di-“huuuu”? Well, thank GOD, I had the chance to watch Indonesian shuttlers competed in Singapore :) Tepatnya, di turnamen Singapore Open Super Series 2011 yang diadakan di Singapore Indoor Stadium mulai 14-19 Juni kemarin. Secara umum, karena Singapore cuma selemparan kolor dari Indonesia, dan di sini juga orang Indonesia seabreg-abreg, yah teriakan “IN-DO-NE-SIA” ...

Badminton Freak!

Coming soon, April 22nd 2010! Gara-gara histeria kedua tantenya saat menonton Ricky Subagdja dan Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996, Fraya Aloysa Iskandar jatuh cinta pada bulutangkis. Momen di mana Ricky dan Rexy merebut medali emas untuk Indonesia begitu memukau Fraya kecil, hingga ia memutuskan: ia harus jadi atlet bulutangkis! Tapi kini, di usianya yang ke-18, Fraya terpaksa menerima kenyataan bahwa cita-citanya tak terwujud. Semua karena Mama melarangnya masuk klub bulutangkis saat ia kecil dulu. Fraya hanya bisa menyalurkan cintanya pada bulutangkis melalui ekskul di sekolah, yang tentu saja tak cukup untuk menampung bakat dan ambisinya yang begitu besar. Dan seakan itu semua belum cukup, Fraya juga harus terima bahwa pacarnya, Albert, lebih suka ia jadi anggota cheerleader daripada berjibaku mengejar shuttle-cock di lapangan. Padahal, apa sih asyiknya pakai rok mini lalu loncat-loncat sambil pegang pom-pom? Ketidaksukaan Albert pada bulutangkis memuncak ketika Fraya membo...

Denmark and French Super Series 2009

Aaa, I was too hectic to post about these two tournaments! Pokoknya, Indonesia dapat 1 gelar di Prancis lewat Simon Santoso yang mengalahkan Marc Zwiebler di final. FYI, Marc sempat bikin banyak kejutan di Prancis, salah satunya mengalahkan Sony Dwi Kuncoro di semifinal. Saya sempat shock pas tau, karena SEJAK KAPAN ORANG JERMAN BISA MAIN BULUTANGKIS??? Tapi Marc antiklimaks di final, dan untunglah buat Simon Santoso, karena dia jadi bisa menang dengan amat sangat mudah Then, French Super Series 2009, Indonesia dapat 2 gelar! Nyaris 3 kalau aja Taufik Hidayat nggak kalah sama Lin Dan. Hebatnya, 2 gelar di Prancis itu didapat dari dua ganda Indonesia yang sudah lama paceklik gelar: ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir dan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan Nova/Lilyana, yang terakhir juara di Malaysia Super Series Januari lalu, mengalahkan Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa di final. Sebelumnya, di semifinal mereka mengalahkan ganda campuran China, He Hanbin/Yu Yang *i...

Japan Open Super Series 2009

Menempatkan delapan wakilnya sampai semifinal, Indonesia ternyata hanya bisa mencuri 1 gelar juara di final, melalui ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan yang mengalahkan juniornya sendiri di all Indonesian final, Yonathan Dasuki/Rian Sukmawan, 21-19, 24-22. China, yang bahkan nggak menurunkan tim terbaiknya, dan hanya meraih 5 spot di semifinal, berhasil mendulang 3 emas, lewat tunggal putra Bao Chunlai, ganda putri Ma Jin/Wang Xiaoli, dan tunggal putri Wang Yi Han. Indonesia sebenarnya berpeluang mendulang 2 emas, tapi Taufik Hidayat kalah dari Bao Chunlai dua set langsung, 15-21, 12-21. Taufik kecapekan deh kayaknya, karena di semifinal main tiga set melawan Simon Santoso. JOSS 2009 kali ini nggak ditayangkan di TV Indonesia *apa kabarnya Global TV, ya? Biarpun suka mengundang komentator nggak jelas alias Tya Ariestya , saya sebenernya berharap mereka nayangin JOSS ini*. Stasiun TV yang menayangkan cuma Vison 1, dan berhubung saya nggak langganan, ya nggak nonton Biasanya, un...

Shoes, Lipstick, Book, and Badminton

Karena banyak yang pengen diceritain, mending posting keroyokan aja Last weekend saya ke Bandung, dan beli ini di VNC Paris Van Java: Lucu ya modelnya? Terus kalau dipakai jalan jauh juga enak, nggak pegel. Top banget deh, walaupun saya agak mengernyit untuk harganya. Biasa kan sandal tali-tali gini di VNC cuma 150.000-an, nah ini kagak. Ya udahlah, yang penting modelnya lucu dan dipakenya enak. Di Surabaya nggak ada sih yang kayak gini Then, dua hari lalu saya ke mal, dan waktu lewat counter Maybelline, mendapati mereka punya promosi yang unik banget untuk lipstick keluaran terbaru mereka, Moisture Extreme Luminous Nude. Jadi, kalau kita beli lipstick itu, kita bakal dikasih satu kartu seukuran postcard, dan disuruh bikin cap bibir di situ dengan pakai lipstick Luminous Nude yang kita beli. Setelah itu, kita disuruh ngarang sebanyak 25 kata, topiknya: siapa yang paling pengen kamu cium? Sudah jelas, jawaban saya adalah CHRIS DAUGHTRY Nanti hadiahnya kalung berlian gitu deh.. diun...

KING

Nyontek sinopsisnya dari sini : Kisah perjuangan dan perjalanan panjang seorang anak bernama Guntur dalam meraih cita-citanya menjadi seorang juara bulutangkis sejati, seperti idola dia dan ayahnya: Liem Swie King... Ayah Guntur adalah seorang komentator pertandingan bulutangkis antar kampung yang juga bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. Dia sangat mencintai bulutangkis dan dia menularkan semangat dan kecintaannya itu pada Guntur, walaupun dia sendiri tidak bisa menjadi seorang juara bulutangkis Mendengar cerita ayahnya tentang ”KING” sang idola, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada dihadapannya, sebagai sahabat setianya Raden pun selalu berusaha membantu Guntur, walaupun kadang bantuan Raden tersebut justru seringkali menyusahkannya. Namun dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan bea...

Quick Updates!

Oke, quick updates from me! *berasa artis aja pake update segala * 1. Sesuai rencana, saya ke Jakarta weekend lalu untuk nonton Indonesia Super Series 2009. Too bad, Indonesia sama sekali nggak mendapat gelar di turnamen itu Malaysia dapat 2, China 1, India 1, Korea 1. Satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke final adalah Taufik Hidayat, dan di final dia kalah dari tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei. Hebat juga euy Lee Chong Wei bisa menang dengan atmosfer Istora Senayan yang "angker" gitu. Asal tau aja ya, gara-gara konflik Indonesia-Malaysia belakangan ini, setiap pemain Malaysia yang berlaga di Istora kemarin benar-benar dapat ujian mental yang berat. Diteriakin "huuuuuu.." mulai dari mereka masuk lapangan, bertanding, sampai selesai bertanding. Horor banget deh pokoknya buat pemain-pemain Malaysia. Tapi Lee Chong Wei, dan ganda putri Chin Eei Hui/Wong Pei Tty justru berhasil meraih gelar juara. Mentalnya kuat banget! Oya, saya cuma nonton quarter final dan...