Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kerjaa

Wake Up Call

Beberapa hari yang lalu, saya baru tidur jam 5 pagi karena apply-apply kerja via Internet. Sebagai orang yang baru tidur jam segitu, saya berharap bisa bangun (at least) jam 12 siang, yang mana sebenarnya sah-sah saja karena saya toh nggak ada kerjaan, hehe. Tapi rencana saya beauty sleep, eh… tidur dengan pantas dan layak, berantakan karena jam 10 kurang, teman saya telepon. Rrrgghh… mengintip nama di layar HP dengan mata yang baru bisa membuka segaris, saya menjawab teleponnya sambil ngomel dalam hati. Tentu saja, dengan phone manner yang pantas: suara bantal. “Nyam, hoahm, ckkdkcdkcdk… Halo?” “Baru bangun ya kamu?” “Hei, aku baru tidur jam lima pagi tadi, tau?” Dan teman saya bukannya memaklumi terus bilang oo-gitu-ya-udah-ntar-deh-ngobrol-lagi, eeh malah merepet soal camp (we’re gonna have a youth camp this weekend) dan ngoceh-ngoceh nyuruh saya cari kerja. I was like… ngomong deh, ngomong aja, aku nggak yakin saat benar-benar bangun nanti aku akan ingat kamu ngomo...

The Coolest Job Ever!

Beberapa hari yang lalu, saya “terdampar” di Facebook page salah satu teman SMA saya. Waktu membaca company tempat dia bekerja, saya seakan kena serangan jantung mini *lebay*. Gosh, doi kerja di perusahaan yang sangat terkenal, I bet 99% orang di muka bumi ini pasti tahu perusahaan itu, atau separah-parahnya, pernah dengar namanya. Terus, pikiran ini menggelitik hati saya, “Gila ya, dia udah bisa kerja di company sekeren itu, sementara aku lulus S1 aja belum. Nanti udah lulus juga kayaknya nggak akan dapat kerja di company sebonafid dia…” (PS: ini in case Tuhan menyuruh saya “cari kerja” setelah lulus nanti ya :p) Tapi, hanya beberapa detik setelah pikiran itu melintas, Tuhan mengingatkan saya, bahwa saya sudah bekerja di company terhebat se…dunia? Nope! The best company in the universe! Perusahaan terhebat se-alam semesta! Perusahaan apa itu? I’ll give you a clue: Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (Matius 10:7) Saya, dan semua anak Tuhan lainnya, sedang...

My First Gym-ing Experience, Books, and The Shoes Updates

Mau cerita dari kemarin-kemarin tapi ga sempat mulu. Dua minggu lalu adalah pengalaman nge-gym pertama saya. Gila, begitu masuk gym cuma bisa melongo aja ngeliat alat-alatnya, yang muncul dari otak adalah: ini semua gimana cara pakenya??? Paket gym yang saya ambil dapat jatah dua kali dibantu Personal Trainer (PT) sih, tapi kok ya agak canggung juga mau pakai PT, takut ketahuan begonya *padahal emang bego * Untungnya, adik saya si Willy sudah beberapa kali nge-gym lebih dulu di situ, dan dulu dia juga pernah join Celebrity Fitness, jadi ya saya suruh aja dia yang ngajarin saya pakai alat-alatnya. Nah, alat pertama yang saya coba, dan juga adalah favorit saya, adalah alat treadmill. Saya masang speed di 3.00, dan di speed 4.00 saya sudah lari kewalahan. Saya nengok ke sebelah saya, ada cewek kecil mungil pake speed 6.00, dan dia bahkan nggak lari! Ketahuan kan, siapa yang nggak pernah olahraga? Willy juga ngetawain saya, karena dia baru lari pada speed 8.00. Tapi ya saya nebelin muka...

Dispenser Meledak

Dispenser di kantor saya meledak. Kejadiannya antara Sabtu-Minggu lalu, pas kantor nggak ada orang. Yang jelas, hari Senin pagi ketika saya datang, seluruh kantor sudah tertutup jelaga. Hitam legam dan bau gosong. Saya syok sesyok-syoknya. Jelaga bahkan sampai ke plafon kantor, masuk ke ruangan om bos yang terkunci rapat, masuk ke kamar mandi yang jauuuuh di belakang, dan masuk juga ke laci-laci meja, mengotori semua dokumen yang tersimpan di sana. Jadilah, hari Senin dan Selasa kemarin semua kerja bakti membersihkan kantor. Padahal hari Senin saya pakai rok The Executive Premium baru saya, dan pakai sepatu abu-abu Charles & Keith yang juga baru. Keduanya baru sekali saya pakai, ya di hari yang apes itu. Terpaksalah rok saya bermandi jelaga. Si sepatu masih lebih beruntung, karena saya ada sandal jepit di kantor, jadi sepatu bisa diamankan. *Buset, kok malah ngomongin rok sama sepatu? * Nah, saking syoknya melihat keadaan kantor, saya nggak niat buat motret-motret. Padahal past...

Talkshow, Digital Wave, dan Masa SMA

Dari kemarin mau posting ini tapi nggak sempat terus. Tanggal 17 November kemarin saya diundang jadi pembicara talkshow dalam rangka Bulan Bahasa di almamaterku, Sekolah Ciputra. Tema talkshownya Menjadi Penulis? Mengapa Tidak! , dan saya melakukan satu kesalahan fatal di sana. Tau nggak, waktu ditanya apakah saya menjadikan menulis sebagai pekerjaan utama, saya bilang nggak, DAN saya menyarankan supaya menulis lebih digunakan untuk menyalurkan hobi saja, bukan pekerjaan utama. Karena, meskipun di Indonesia menulis sudah bisa dijadikan mata pencaharian (asalkan produktif), tapi saya tetap menganggap menulis seharusnya hanya dijadikan pekerjaan sampingan saja. See? Goblok banget nggak sih, saya malah secara nggak langsung MENENTANG tema talkshow itu! Aduh! Pembicara yang bego bangeeett! Saya baru nyadar waktu acaranya mau selesai, dan salah satu guru *Pak Makali*, menutup acara dengan bilang, “Baiklah, mari kita menjadikan menulis bukan sebagai mata pencaharian, tapi sebagai wadah u...

Minggu Depan...

Yang harus saya lakukan adalah membereskan projects ini: 1. Houston ~ Cutler Hammer! 2. Osram 3. Town Square 4. Siemens Siteco ~ High Bay 400W 5. Panzerflex ~ Medium Voltage Cable 6. Surabaya Genset 7. Masih belum diketahui, tapi yang jelas bakal banyak! Haiyaaa... SEMANGAT! PS: Boss... gaji naik, dong? Ya? Ya? Ya? Udah lama gak beli sepatu nih..