Skip to main content

Posts

Showing posts with the label merasa bodoh

Breakfast with God

Ini nama salah satu sesi di CIA Camp 2013 – Restoration kemarin, and I was in charge for this session.    Memimpin sesi yang diadakan di Minggu pagi itu sebenarnya “errrr” banget! Apalagi, sesudah superb praise and worship nite malam harinya (ada dance floor segala!), yang dilanjut dengan jamming dan ngakak sampai tengah malam, pagi itu saya bangun dengan tenggorokan sakit – akibat kebanyakan nyanyi dan ketawa – plus mata berkantong karena kurang tidur. But, the session goes on, and this is what I shared.    What daily devotion book do you use everyday? Me myself, have been using Our Daily Bread these two years. Here’s the thing I think is interesting: Why did they name the book “Our Daily Bread”? Why not “Our Daily Macaroons”, “Our Daily Cupcakes”, or “Our Daily Crème Brulee”? Some of my cellgroup peeps answered, “Soalnya zaman dulu belum ada kue-kue itu, Ci”, and the others said, “Sakit perut makan kue-kue gitu tiap hari”. LOL!   But, the true ...

Wake Up Call

Beberapa hari yang lalu, saya baru tidur jam 5 pagi karena apply-apply kerja via Internet. Sebagai orang yang baru tidur jam segitu, saya berharap bisa bangun (at least) jam 12 siang, yang mana sebenarnya sah-sah saja karena saya toh nggak ada kerjaan, hehe. Tapi rencana saya beauty sleep, eh… tidur dengan pantas dan layak, berantakan karena jam 10 kurang, teman saya telepon. Rrrgghh… mengintip nama di layar HP dengan mata yang baru bisa membuka segaris, saya menjawab teleponnya sambil ngomel dalam hati. Tentu saja, dengan phone manner yang pantas: suara bantal. “Nyam, hoahm, ckkdkcdkcdk… Halo?” “Baru bangun ya kamu?” “Hei, aku baru tidur jam lima pagi tadi, tau?” Dan teman saya bukannya memaklumi terus bilang oo-gitu-ya-udah-ntar-deh-ngobrol-lagi, eeh malah merepet soal camp (we’re gonna have a youth camp this weekend) dan ngoceh-ngoceh nyuruh saya cari kerja. I was like… ngomong deh, ngomong aja, aku nggak yakin saat benar-benar bangun nanti aku akan ingat kamu ngomo...

Ziklag

Beberapa hari yang lalu, saya lagi baca One Year Bible Plan, waktu roommate saya ingatin untuk bayar uang kost. FYI, we rent a unit of HDB (sebutan untuk rumah susun di Singapore) here, consists of three bedrooms, and one of those rooms has been vacant for a month. We’ve been trying our best in order to find a housemate, but still haven’t found one yet. Nah, berhubung saya dan roommate saya nyewa satu unit, konsekuensinya adalah kalau ada kamar yang kosong, kami yang harus nanggung pembayarannya. Haha, finding a housemate is frustating, and paying for a vacant room is even more! :p But then, we have no choice. Jadi, waktu roommate saya ingatin untuk bayar uang kost (karena memang udah waktunya bayar), I went downstair to withdraw money from ATM (di bawah rumah saya ada mesin ATM, lol!). Waktu habis ngambil uang, saya cek saldo, dan… langsung mengasihani diri sendiri, wkwk. Ironis sekali bagaimana sederet angka yang terpampang di monitor mesin ATM bisa mempengaruhi mood-mu, ya? :p N...

Spread Your Wings!

I have been physically and emotionally exhausted lately, but, by God’s grace, I refuse to be spiritually exhausted as well. YEAH! :D Anyway, few days ago, when I was on my way to school, God reminded me about how often I rely on my own strength. Tau kan, kalau lagi ada masalah, terus kita sibuk sendiri mikirin jalan keluar dari masalah itu, atau nanya ke orang-orang terdekat kita, BUKANNYA berdoa dulu sebelumnya. Yang mana pada akhirnya kita justru capek sendiri, stres, tapi masalahnya justru nggak selesai-selesai -.- Kata Firman Tuhan: Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN. (Yesaya 31:1) Duh, dibilang "celaka", lho! Serem ya? :s Padahal, kadang saat kita berhenti bergantung pada kekuatan kita sendiri, justru saat itulah Tuhan ...

It's All About Jesus

Sabtu ini giliran saya jadi worship leader (WL) di youth service di gereja saya. Intermezzo dikit, saya belum lama jadi WL sih (baru dua bulan), dan jujur aja saya sempat nggak nyangka bakal dipercaya untuk jadi WL, karena… saya nggak bisa baca not. Serius, misal ada not angka terus saya disuruh menyanyikan nadanya, saya nggak bisa. Saya juga nggak bisa main alat musik satu pun, dan nggak ngerti tentang kunci. Bisanya cuma nembak nada dan nyanyi dengan nggak fals, hahaha. So it’s all solely by God’s grace :D Nah, di gereja saya di sini, ada google groups gitu buat tim praise and worshipnya. Biasanya, sekitar hari Selasa atau Rabu, WL yang bertugas bakal post lagu-lagu apa aja yang bakal dia bawain di hari Sabtu, lengkap dengan link youtube dan liriknya, biar tim PW-nya bisa latihan sendiri dulu sebelum latihan gabungan hari Sabtu siangnya. Saya termasuk tipe yang suka pilih lagu dengan satu tema. Jadi misalnya bulan lalu, saya pilih tema God’s great love, dan pakai lagu-lagu yang...

Back to Egypt

Minggu lalu saya melakukan sebuah kesalahan yang bener-bener bikin damai sejahtera saya hilang, which was… terima orderan essay.  Terima orderan essay ini maksudnya, kita ngerjain essay (tugas) orang lain, dan dibayar untuk itu. Saya dapat “job” ini dari teman saya, yang dapat dari salah satu kenalannya, mahasiswa di satu universitas di Singapore (nggak sekampus sama saya). Saya nggak tahu siapa si “pemesan” ini, hanya tahu bahwa dia menawarkan S$ 200 (-/+ Rp 1.500.000) untuk essay 1700 kata. Waktu itu, saya terima bukan karena duitnya, tapi lebih karena lagi nganggur banget, dan ya udah lah, hitung-hitung dapat uang tambahan buat living cost di sini (yang nggak murah :p). Essaynya sendiri gampang banget, saya selesai ngerjain cuma dalam beberapa jam. But it’s funny how Holy Spirit keeps convicting you when you do something that displeases God. Asli lho ya, selama dan sesudah ngerjain itu, damai sejahtera saya hilang dan saya seperti terus-menerus dikejar perasaan bersalah. The...

Grew Worse

Bulan lalu, finance saya agak berat :p Berhubung akhir Februari itu waktunya untuk bayar uang kuliah untuk semester berikutnya, dari awal bulan saya sudah bertekad, bahwa kalau bisa bulan Februari saya nggak ganggu ortu saya dengan minta biaya hidup banyak-banyak. Kalau bisa, biaya hidupnya nggak minta sama sekali deh, yang berarti… harus nyari duit sendiri. Saya mulai menyusun rencana, kira-kira dari sumber mana saja saya bisa dapat pemasukan untuk membiayai hidup saya bulan itu. Berhubung saya bantuin teman saya jadi runner property agent (merekomendasikan orang-orang yang lagi cari kamar, rumah, dsb ke dia, dan kalau gol dapat komisi), saya menargetkan beberapa prospek klien saya bulan itu untuk gol. Saya juga menggadang-gadang novel terbaru saya kontraknya turun bulan Februari, supaya DP-nya juga bisa turun.  But, then… Tuhan berkehendak lain. Klien saya nggak ada yang gol sama sekali! :)) Dan perkiraan saya bahwa DP novel baru bakal turun bulan kemarin pun meleset. Lebih...

Shut Up and Listen!

Saya lagi khawatir mikirin satu hal: Final Exam Managing Organisational Flexibility (MOF) saya minggu lalu.  FYI, untuk lulus subject ini, persyaratannya ada dua: Kita harus dapat total nilai 50% dari total 100%, DAN Untuk setiap assesment yang bertanda “Invigilated”, kita harus minimal dapat 40%. Jadi, misalnya saya dapat nilai maksimal untuk Beer Game dan Learning Journal, kan udah 50% tuh, tapi saya belum tentu lulus karena harus dapat masing-masing minimal 40% dari Midterm dan Final Exam. Hehe, bingung nggak ngitungnya? Nih contohnya… untuk Final Exam kemarin nilai maksimalnya 25 marks, saya harus dapat 40% x 25 marks = 10 marks. Nah, Final Exam kemarin ada 2 section: MCQ (Multiple Choice Question), consisted of 22 questions, worth 0.5 marks each. Maximum marks for MCQ section is 22 x 0.5 = 11 marks. Essay, consisted of 1 question, worth 14 marks. Salah saya adalah, waktu ngerjain ujian ini saya kira waktunya 2 jam 10 menit, tapi ternyata… cuma 1 j...