Skip to main content

Troy

Starring: Brad Pitt, Eric Bana, Orlando Bloom
Pangeran Paris (Orlando Bloom) membawa lari Helen, permaisuri Sparta, istri raja Menelaus ke negaranya, Troy. Tentu saja, kelakuan Pangeran ini memicu amarah Menelaus. Menelaus pun bertekad merebut kembali istrinya, dengan jalan mengirimkan 1000 kapal perang ke Troy *ternyata ini asal-susul kenapa Helen of Sparta dijuluki wanita yang kecantikannya mampu menggerakkan 1000 kapal! *
Menelaus pun pergi ke Troy bersama dukungan pasukan tak terkalahkan milik kakaknya, Agamemnon, dan sekutunya, para raja dari seluruh kerajaan di wilayah Yunani.
Agamemnon dan para raja itu tentu bukan hanya ingin membantu Menelaus merebut kembali Helen, tapi mereka juga memiliki obsesi untuk menundukkan Troy, kerajaan yang makmur itu, di bawah kekuasaan mereka. Dan untuk itu, mereka membawa serta ksatria bangsa Myrmidon, Achilles (Brad Pitt), yang kemampuan berperangnya disebut-sebut lebih baik dari kemampuan seluruh bangsa Yunani yang dijadikan satu!

Loves:
• Omigod! Kenapa film-film perang Hollywood selalu keren sekali? Spesial efeknya, make-up dan kostumnya, pokoknya mantab!
• Saya sukaaa film dengan kisah-kisah sejarah begini! Apalagi melihat bagaimana di jaman seperti itu perlengkapan dan strategi perang sudah sangat hebat! Coba bayangin, bisa-bisanya mereka terpikir untuk menyembunyikan pasukan di dalam kuda kayu raksasa! Dan waktu Hector membakar perkemahan pasukan Yunani dengan panah api dan bola jerami! Pinter amat!
• Prince Hector! Dia berani menghadapi tantangan duel Achilles yang marah, karena Hector secara tak sengaja keliru membunuh Patroclus, sepupu Achilles, yang dikiranya Achilles. Aduuhh... gentle dan pemberani banget!

Hates:
• Pangeran Paris! Huh! Pangeran macam apa ini, masa gara-gara dia merebut istri orang, satu bangsanya harus menderita akibat perang?! Udah gitu, nggak jago duel tapi sok-sokan mau menantang Menelaus! Cocok deh yang main Orlando Bloom, tampang anak mami banget!
• Saya sebenernya kurang sreg Brad Pitt memerankan Achilles di film ini. Gimana yaa.. nggak cocok aja gitu. Memang sih, Brad Pitt ganteng, tapi gantengnya itu nggak tepat untuk seorang ksatria perang seperti Achilles. Kurang macho! Yang kayak Eric Bana tuh, mantab!
• Raja Priam, bokapnya Hector dan Paris. Nggak bijaksana banget! Satu-satunya hal yang menunjukkan dia pantas jadi raja cuma waktu dia nekat mendatangi tenda Achilles untuk meminta jenazah Hector

Comments

Popular posts from this blog

One Last Chance

With a grateful heart, I proudly present you my 11th book: Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Setiap kisah cintanya yang berantakan selalu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya. Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true . Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama. Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalka...

Available Now on Bookstores!

Harusnya dari Selasa kemarin posting, tapi ga sempat-sempat.. It's officially available on the bookstores now! Bisa dibeli di toko-toko buku terdekat ya! Mau beli secara online juga bisa di sini atau di sini . Ditunggu commentnya jika sudah baca. Tengkyu, everybody!

Nobody's Perfect

It's available on the bookstores now! Ini nih bocoran ceritanya.. Bella punya segala hal yang diinginkan seorang cewek; cantik, pintar, dan keluarga yang tajir abis. Tapi lebih dari segalanya, ia bersyukur banget punya kakak seperti Nico. Bella sangat mengagumi Nico. Ia menganggap Nico sempurna, nggak ada cacat celanya. Ketika Nico melanjutkan kuliah di Melbourne, Bella kelimpungan, karena selama ini ia nggak pernah jauh dari kakak tersayangnya itu. Jovi, sahabat Bella, menyarankan Bella untuk cari pacar, agar nggak terus-menerus teringat Nico. Sayang, saran Jovi lebih mudah untuk diucapkan ketimbang dipraktekkan. Hubungan Bella dengan cowok-cowok yang dekat dengannya nggak berjalan mulus, karena ia mencari figur cowok perfect. Perfect, di mata Bella, adalah yang seperti Nico. Padahal, mana ada sih cowok yang perfect di dunia ini? Bella nggak tahu aja, sebenarnya Nico menyembunyikan sebuah rahasia besar. Ketika rahasia Nico terungkap, Bella syok berat. Dia sama sekali nggak menyang...