Skip to main content

Lihat Apa yang Dia Pegang!

Cuy, kemarin dikasih foto ini nih sama teman saya…

Hahahahahaha, coba lihat, COBA LIHAT, apa yang dia pegang? Novelku, uwoooowww!
Terimakasih buat maduku, yang sudah promosiin novelku ke dia. Aaahh senangnyaaaaa

Comments

rina said…
Wuahhh, senangnya. SElamat ya Steph, bukumu dipegang sama idola kamu. Wondering, kapan ya bisa terjadi sama saya :-) Tetap semangat ;-) wakakaka, kayak apa aja
Stephanie Zen said…
haha iya ini karena temenku nih yg baik banget mau promosiin bukuku ke dikta Ci :D jadi makin semangat nulis hahaha..
rina said…
Betul. Hal-hal kecil kayak gini kadang benar-benar bisa boost up semangat kita ya Steph.
Anonymous said…
waaaaaaa.....cenengnya :) Pokalisnya Yovie yah.. keyen keyen. Selamat yah Steph (Salam kenal dulu dr saya :D).. kapan neh saya diksh gratisan bukunya :P mampir2 jg k my blog; www.syania.wordpress.com
Anonymous said…
cieeeeeee steph :)
cihuy banget!
Stephanie Zen said…
anekacookies: haha iya itu dikta 'yovie & nuno' hehe :p salam kenal juga yaa, nanti saya main2 ke blognya ;)

shar: ehehehe x)
wuah!!!!!!!!!!!!!!
keren!!!!!!!!
kapan ya bisa terjadi padakuw....

Popular posts from this blog

Ziklag

Beberapa hari yang lalu, saya lagi baca One Year Bible Plan, waktu roommate saya ingatin untuk bayar uang kost. FYI, we rent a unit of HDB (sebutan untuk rumah susun di Singapore) here, consists of three bedrooms, and one of those rooms has been vacant for a month. We’ve been trying our best in order to find a housemate, but still haven’t found one yet. Nah, berhubung saya dan roommate saya nyewa satu unit, konsekuensinya adalah kalau ada kamar yang kosong, kami yang harus nanggung pembayarannya. Haha, finding a housemate is frustating, and paying for a vacant room is even more! :p But then, we have no choice. Jadi, waktu roommate saya ingatin untuk bayar uang kost (karena memang udah waktunya bayar), I went downstair to withdraw money from ATM (di bawah rumah saya ada mesin ATM, lol!). Waktu habis ngambil uang, saya cek saldo, dan… langsung mengasihani diri sendiri, wkwk. Ironis sekali bagaimana sederet angka yang terpampang di monitor mesin ATM bisa mempengaruhi mood-mu, ya? :p N

By the Lakeside

Semua orang bilang, hidup saya baik-baik saja. Mereka nggak tahu bahwa belakangan ini saya merasa sebagian besar hidup saya tersia-sia. Saya nggak depresi, tapi saya rasa saya sedang mengalami apa yang orang sebut sebagai quarter-life crisis, yang didefinisikan oleh Wikipedia sebagai: A period of life usually ranging from the late teens to the early thirties, in which a person begins to feel doubtful about their own lives, brought on by the stress of becoming an adult. Sudah beberapa minggu ini saya merasa saya seorang underachiever, belum meraih apa-apa dalam hidup saya. I know, I know, you're gonna yell jadi-udah-nerbitin-lima-belas-buku-itu-menurut-lo-bukan-pencapaian-? at me, seperti yang dilakukan beberapa teman dekat saya. Frankly speaking, itulah yang saya rasakan. Bukannya nggak bersyukur, tapi mungkin karena sudah cukup sering, melihat buku saya diterbitkan nggak lagi menjadi hal yang istimewa buat saya. Saya merasa itu sesuatu yang biasa-biasa saja. Saya juga m

Where It All Began

Saya dapat banyak BANGET pertanyaan tentang gimana awal mula saya menulis dan menerbitkan buku. Karena saya nyaris nggak sempat untuk balas semua pertanyaan itu, muncullah ide yang nggak gitu jenius ini dalam benak saya: tulis saja di blog! Sekalian comeback-nya blog saya, yang baru kemarin saya bersihin dari pernak-pernik nggak penting dan saya balikin ke template standar, supaya lebih gampang dibaca ;) So, here we go! Dari kecil, saya suka baca. Setiap kali ultah dan ditanya sama tante dan om saya pengen kado apa, pasti tanpa ragu saya akan menjawab: buku! Segala jenis buku saya telan; mulai dari Doraemon (ada om saya yang rajin banget beliin saya Doraemon, nggak pernah lewat satu nomor pun!), cerita rakyat dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan segala daerah di Indonesia, sampai novel Mira W (yang seharusnya belum boleh saya baca sebagai anak SD, tapi saya pinjam dari perpus sekolah, hahaha). Tanpa saya sadari, hobi membaca itu bikin saya jadi pintar menyusun kata-kata di kepala, kar