Skip to main content

It's Dimsum Time!

Wiii, kemarin makan dimsum sampai puas! Diajak Om Bos yang dapat voucher Dimsum All You Can Eat di Sarkies Restaurant Hotel Majapahit. Gilaaaa, rasa dimsum di sana RUAAAARRRR BIASAAAAA! Semuanya enak! jarang-jarang neh menemukan yang begini!
Saya makan segala macam, mulai dari cumi kare, pangsit goreng udang, sup *yang enaknya naujubile *, tahu masak taosi, siomay, hakau, waahh pokoknya semua mantab!
Nih, beberapa foto dimsum yang saya makan

Terus nih ya, sedikit cerita aja, Hotel Majapahit dulunya adalah Hotel Oranje, tempat terjadinya peristiwa perobekan bendera Belanda merah-putih-biru menjadi merah-putih oleh arek-arek Suroboyo pada 10 November, dan errr.. KATANYA, hotel ini rada angker. Kalau malam-malam suka ada hantu tentara Belanda dan pejuang Indonesia yang jalan-jalan gitu. KATANYA lhoo... Tapi emang ni hotel kalau malam sepi banget sih, dan saya juga jadi agak-agak merinding pas jalan di lorongnya saat malam hari.
Oya, konsep hotel ini juga dibikin kuno-antik begitu. Mulai bangunannya, perabotannya, lantainya, semua berkonsep jadul. Coba aja deh lihat foto-foto di bawah ini.

Jaman sekarang mana ada closet begini? Asli, saya sampai bingung waktu nyari tombol buat penyiram klosetnya! Eehh, taunya masih pakai semacam pegangan kayu yang harus ditarik ke bawah gitu!

Lihat nggak wastafelnya? Jadi kebayang ada noni-noni Belanda yang lagi cuci tangan di situ

Terus ini nih taman dan lorong yang saya lewatin dalam perjalanan dari Sarkies Restaurant ke tempat parkir. Spooky, eh?
Tapi teteeeuup, kejadulan dan segala macam "keanehan" di Hotel Majapahit ini nggak bisa mengalahkan kelezatan dimsumnya. Sumprit deh, kayaknya masih berasa aja sampai sekarang di lidah! Kalo kamu ke Surabaya dan ngidam dimsum, wajib ke sini ya! Jangan lupa ajak saya!

Comments

Anonymous said…
Steph, mauuuu! Ngelihat review kamu, apalagi pas ngelihat fotonya, wuahhhhh, saya jadi pingin banget nih makan dimsum ;-) Sama kayak kamu Steph, saya hobi banget dimsum, sushi, gitu-gitu deh;-)
Stephanie Zen said…
ayok ke surabaya Ci, nanti aku traktir makan di sini deh :) aku dulu ngga suka dimsum & sushi, tp belakangan ini sukaaaaa bgt hehehe :D
Anonymous said…
Huwaa, jadi inget temenku yang foto2 di dalem kamar mandinya situ secara sembunyi2 ... ceritanya jadi none2 belanda seksi, hahahaha ....

Popular posts from this blog

Tangan Kosong

Sedih banget deh, Indonesia terpaksa pulang dengan tangan kosong dari Singapore Super Series 2009 kemarin Meloloskan dua wakilnya ke final, WD Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii dan MD Markis Kido/Hendra Setiawan, Indonesia malah gagal mencuri gelar. Greysia/Nitya kalah 14-21, 13-21 dari ganda China, Zhang Yawen/Zhao Tingting. It’s okay sih, karena Greysia/Nitya sebenarnya nggak diprediksi akan bisa sampai babak final (tapi mereka bahkan menumbangkan pasangan rank 1 dunia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty di quarter final!) Jadi prestasi mereka yang bisa menapak sampai ke final ini aja udah luar biasa, dan cukup menenangkan hati karena tau kita masih punya ganda putri yang bisa diandalkan setelah Vita Marissa/Lilyana Natsir bubar jalan. Apalagi, Nitya/Greysia sama-sama masih muda, yang berarti jalan mereka masih panjang. Good job, Nitya/Greysia! Next time better ya! Yang mengecewakan justru kekalahan Markis Kido/Hendra Setiawan dari pasangan Inggris, Anthony Clark/Nathan Robertson . K...

One Last Chance

With a grateful heart, I proudly present you my 11th book: Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Setiap kisah cintanya yang berantakan selalu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya. Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true . Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama. Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalka...

Available Now on Bookstores!

Harusnya dari Selasa kemarin posting, tapi ga sempat-sempat.. It's officially available on the bookstores now! Bisa dibeli di toko-toko buku terdekat ya! Mau beli secara online juga bisa di sini atau di sini . Ditunggu commentnya jika sudah baca. Tengkyu, everybody!