Skip to main content

My Friend - BANANA

Akhirnyaaaa, setelah bertapa di studio dari bulan April kemarin, band adik saya, BANANA, bisa juga menyelesaikan single ini


Silakan kalau mau didownload, dan mohon doanya biar single-single lain bisa segera menyusul ya

Comments

Adekmu mirip bgt sama kamu ya steph :) eniwei, oke juga lagunya
yang pake baju kuning berdiri paling pinggir siapa kak? *mirip BANGET sama temen el soalnya! takut itu sodara kembarnya yg kepisah empat belas taun.. hehehe*

eniwei juga... enak tuh lagunya. kalo ada yg baru selipin link buat donlot lagi ya kaaaak :p
Stephanie Zen said…
ajeng: hehe iya banyak yang mirip gitu sih :p

elena: ooh, itu andyka, vokalisnya. umurnya mungkin 17, jadi mungkin kk-nya temanmu yang hilang hahaha. sip, doain aja bisa ada lagu baru secepetnya ya ;)
Chacha said…
sukses dah buat BANANA
lgunya oke jg
Steph, congrats buat adik kamu ya... semoga semakin lancar melaju ;-) Semoga sukses juga ya...
KL said…
This comment has been removed by the author.
Stephanie Zen said…
chacha: makasih :)

ci rina: amin, tengkyu ya ci.

nissa: yang pake baju abu-abu & pake topi hehe. thanks ya pujiannya.

Popular posts from this blog

Ziklag

Beberapa hari yang lalu, saya lagi baca One Year Bible Plan, waktu roommate saya ingatin untuk bayar uang kost. FYI, we rent a unit of HDB (sebutan untuk rumah susun di Singapore) here, consists of three bedrooms, and one of those rooms has been vacant for a month. We’ve been trying our best in order to find a housemate, but still haven’t found one yet. Nah, berhubung saya dan roommate saya nyewa satu unit, konsekuensinya adalah kalau ada kamar yang kosong, kami yang harus nanggung pembayarannya. Haha, finding a housemate is frustating, and paying for a vacant room is even more! :p But then, we have no choice. Jadi, waktu roommate saya ingatin untuk bayar uang kost (karena memang udah waktunya bayar), I went downstair to withdraw money from ATM (di bawah rumah saya ada mesin ATM, lol!). Waktu habis ngambil uang, saya cek saldo, dan… langsung mengasihani diri sendiri, wkwk. Ironis sekali bagaimana sederet angka yang terpampang di monitor mesin ATM bisa mempengaruhi mood-mu, ya? :p N

By the Lakeside

Semua orang bilang, hidup saya baik-baik saja. Mereka nggak tahu bahwa belakangan ini saya merasa sebagian besar hidup saya tersia-sia. Saya nggak depresi, tapi saya rasa saya sedang mengalami apa yang orang sebut sebagai quarter-life crisis, yang didefinisikan oleh Wikipedia sebagai: A period of life usually ranging from the late teens to the early thirties, in which a person begins to feel doubtful about their own lives, brought on by the stress of becoming an adult. Sudah beberapa minggu ini saya merasa saya seorang underachiever, belum meraih apa-apa dalam hidup saya. I know, I know, you're gonna yell jadi-udah-nerbitin-lima-belas-buku-itu-menurut-lo-bukan-pencapaian-? at me, seperti yang dilakukan beberapa teman dekat saya. Frankly speaking, itulah yang saya rasakan. Bukannya nggak bersyukur, tapi mungkin karena sudah cukup sering, melihat buku saya diterbitkan nggak lagi menjadi hal yang istimewa buat saya. Saya merasa itu sesuatu yang biasa-biasa saja. Saya juga m

Where It All Began

Saya dapat banyak BANGET pertanyaan tentang gimana awal mula saya menulis dan menerbitkan buku. Karena saya nyaris nggak sempat untuk balas semua pertanyaan itu, muncullah ide yang nggak gitu jenius ini dalam benak saya: tulis saja di blog! Sekalian comeback-nya blog saya, yang baru kemarin saya bersihin dari pernak-pernik nggak penting dan saya balikin ke template standar, supaya lebih gampang dibaca ;) So, here we go! Dari kecil, saya suka baca. Setiap kali ultah dan ditanya sama tante dan om saya pengen kado apa, pasti tanpa ragu saya akan menjawab: buku! Segala jenis buku saya telan; mulai dari Doraemon (ada om saya yang rajin banget beliin saya Doraemon, nggak pernah lewat satu nomor pun!), cerita rakyat dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan segala daerah di Indonesia, sampai novel Mira W (yang seharusnya belum boleh saya baca sebagai anak SD, tapi saya pinjam dari perpus sekolah, hahaha). Tanpa saya sadari, hobi membaca itu bikin saya jadi pintar menyusun kata-kata di kepala, kar