Skip to main content

Forgiven... Forgotten...

Anywaay,
Tadi baca-baca buku, terus ada cerita apaaa gitu, pokoknya ada cewek yang disakitin sama cowok, dan dia bilang itu sama sakitnya kayak tembok yang dipaku.
Dan waktu cowok itu kembali untuk minta maaf, dia maafin, tapi dia bilang: memang, pakunya sudah dicabut, tapi bekasnya masih akan tetap ada.
Well, rasanya kok seperti itu, ya?
Forgiven... doesn't mean it's forgotten...

Comments

Anonymous said…
bener! bener!
dimaapin, tapi bekasnya GA BAKAL PERNAH ILANG.

satu lagi, GA BAKAL DIPERCAYA LAGI
*komen ini akan menyinggung seseorang dan beberapa orang* :p
Stephanie Zen said…
haha iyaaa.. aku juga klo ketemu orangnya tuh suka ngebatin "yampuuunn... aku udh maafin dia, tp kok rasanya masih tetep sakit yaa?" *haha curcol ;p*
-putry- said…
bener banget mbak! sayaaa setuju! sampe skrng saya masih ngerasa sakit sm mantan-kurang-ajar itu! pengen gw bejek tuh orang! eh, maaf mbak.. jadi emosi :P
Anonymous said…
setuju!setuju!
ga mo komen byk ah pokoknya saya jg setuju banget...
Stephanie Zen said…
nahh, makanya kalian cowok-cowok, hati-hatilah jangan sampe nyakitin hati cwe, krn pasti akan diinget terus x)

Popular posts from this blog

Tangan Kosong

Sedih banget deh, Indonesia terpaksa pulang dengan tangan kosong dari Singapore Super Series 2009 kemarin Meloloskan dua wakilnya ke final, WD Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii dan MD Markis Kido/Hendra Setiawan, Indonesia malah gagal mencuri gelar. Greysia/Nitya kalah 14-21, 13-21 dari ganda China, Zhang Yawen/Zhao Tingting. It’s okay sih, karena Greysia/Nitya sebenarnya nggak diprediksi akan bisa sampai babak final (tapi mereka bahkan menumbangkan pasangan rank 1 dunia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty di quarter final!) Jadi prestasi mereka yang bisa menapak sampai ke final ini aja udah luar biasa, dan cukup menenangkan hati karena tau kita masih punya ganda putri yang bisa diandalkan setelah Vita Marissa/Lilyana Natsir bubar jalan. Apalagi, Nitya/Greysia sama-sama masih muda, yang berarti jalan mereka masih panjang. Good job, Nitya/Greysia! Next time better ya! Yang mengecewakan justru kekalahan Markis Kido/Hendra Setiawan dari pasangan Inggris, Anthony Clark/Nathan Robertson . K...

One Last Chance

With a grateful heart, I proudly present you my 11th book: Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Setiap kisah cintanya yang berantakan selalu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya. Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true . Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama. Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalka...

Available Now on Bookstores!

Harusnya dari Selasa kemarin posting, tapi ga sempat-sempat.. It's officially available on the bookstores now! Bisa dibeli di toko-toko buku terdekat ya! Mau beli secara online juga bisa di sini atau di sini . Ditunggu commentnya jika sudah baca. Tengkyu, everybody!