Skip to main content

Tanah

Kemarin, Mas Idin sang teknisi kantor masuk ke ruangan Om Bos. Kebetulan, saya lagi pinjam laptop di situ buat ngecek e-mail, jadi yaa saya dengar pembicaraan mereka *bukan nguping yeee... lagian bukan pembicaraan top secret kok *
Nah, yang dibicarakan Mas Idin dan Om Bos adalah rencana Mas Idin untuk beli tanah. Untuk bangun rumah kayaknya. Terus dia nanya-nanya gitu lah soal pajak ke Om Bos, dan dari yang saya kuping, ternyata proses beli tanah itu ribet skali! Mulai masalah siapa yang menanggung pajak, siapa yang ngurus, dan babibu lainnya, aduuhh... baru mendengarnya aja saya pusing!
Terus saya bilang sama Mas Idin, “Hah, ternyata beli tanah saja prosesnya segitu ribetnya, ya?”
Dia bilang, “Makanya, kamu kalau cari suami nanti, yang sudah punya rumah sendiri, jadi nggak repot beli-beli tanah segala. Ikut stres nanti kamu.”

Boro-boro suami, pacar aja kagak punya

...
Well, I’m not looking for.
...
Not yet

Comments

Popular posts from this blog

Tangan Kosong

Sedih banget deh, Indonesia terpaksa pulang dengan tangan kosong dari Singapore Super Series 2009 kemarin Meloloskan dua wakilnya ke final, WD Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii dan MD Markis Kido/Hendra Setiawan, Indonesia malah gagal mencuri gelar. Greysia/Nitya kalah 14-21, 13-21 dari ganda China, Zhang Yawen/Zhao Tingting. It’s okay sih, karena Greysia/Nitya sebenarnya nggak diprediksi akan bisa sampai babak final (tapi mereka bahkan menumbangkan pasangan rank 1 dunia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty di quarter final!) Jadi prestasi mereka yang bisa menapak sampai ke final ini aja udah luar biasa, dan cukup menenangkan hati karena tau kita masih punya ganda putri yang bisa diandalkan setelah Vita Marissa/Lilyana Natsir bubar jalan. Apalagi, Nitya/Greysia sama-sama masih muda, yang berarti jalan mereka masih panjang. Good job, Nitya/Greysia! Next time better ya! Yang mengecewakan justru kekalahan Markis Kido/Hendra Setiawan dari pasangan Inggris, Anthony Clark/Nathan Robertson . K...

One Last Chance

With a grateful heart, I proudly present you my 11th book: Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Setiap kisah cintanya yang berantakan selalu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya. Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true . Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama. Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalka...

Available Now on Bookstores!

Harusnya dari Selasa kemarin posting, tapi ga sempat-sempat.. It's officially available on the bookstores now! Bisa dibeli di toko-toko buku terdekat ya! Mau beli secara online juga bisa di sini atau di sini . Ditunggu commentnya jika sudah baca. Tengkyu, everybody!