Skip to main content

I Hate Boys, They're Stupid

Hari ini agak ’plain’ moodnya.
Mana seisi rumah pada pergi keluar kota, pula!
Bayangin! Papa ke Madiun, Mama ke Jakarta, Willy ke... Bali
Yeah, aku jadi ‘satpam rumah’. Huh!
Mau ngungsi ke rumah Tante Denny juga nggak bisa, karena ada Om Bobby datang dari Kupang dan bakal menginap di situ sampai tanggal 30, jadi kamar tamunya dipake. Untung ada Oma, yang mau nemenin aku di rumah.
Kalo enggak? Mungkin saya udah cari flight ke manaaaaaa gitu, dan ngumpet di sana sampai ada orang rumah yang balik

Terus tadi pagi bangun dan nyari baju buat dipake ke kantor, dan tau-tau nemu kaos ini:

Pake ahh!

Hehe... pakenya bukan karena ada maksud apa-apa lho, cuma lagi kepengin bikin mood hari ini nggak plain aja

Anywayyy... saya lagi jengkel sama seseorang yang komunikasinya ‘hanya searah’. Huh! Pengen ngomel-ngomel nih!

Comments

oLa said…
kejam banget bajunyaaa
hehehehehe

:P
Uthie said…
yeah, i hate boys.
*sensi, sensi... maklum, baru patah hati. gyahahaha...*

seseorang yg komunikasinya hanya searah?
mirip seseorang, yg SANGAT TIDAK PEKA! he... *malah curhat* :p
Nisa said…
ah... sebenci-bencinya juga tetep aja.. suka kan? hihihihi :p
Stephanie Zen said…
saya benci-benci butuh :))

Popular posts from this blog

One Last Chance

With a grateful heart, I proudly present you my 11th book: Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Setiap kisah cintanya yang berantakan selalu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya. Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true . Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama. Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalka...

Available Now on Bookstores!

Harusnya dari Selasa kemarin posting, tapi ga sempat-sempat.. It's officially available on the bookstores now! Bisa dibeli di toko-toko buku terdekat ya! Mau beli secara online juga bisa di sini atau di sini . Ditunggu commentnya jika sudah baca. Tengkyu, everybody!

Nobody's Perfect

It's available on the bookstores now! Ini nih bocoran ceritanya.. Bella punya segala hal yang diinginkan seorang cewek; cantik, pintar, dan keluarga yang tajir abis. Tapi lebih dari segalanya, ia bersyukur banget punya kakak seperti Nico. Bella sangat mengagumi Nico. Ia menganggap Nico sempurna, nggak ada cacat celanya. Ketika Nico melanjutkan kuliah di Melbourne, Bella kelimpungan, karena selama ini ia nggak pernah jauh dari kakak tersayangnya itu. Jovi, sahabat Bella, menyarankan Bella untuk cari pacar, agar nggak terus-menerus teringat Nico. Sayang, saran Jovi lebih mudah untuk diucapkan ketimbang dipraktekkan. Hubungan Bella dengan cowok-cowok yang dekat dengannya nggak berjalan mulus, karena ia mencari figur cowok perfect. Perfect, di mata Bella, adalah yang seperti Nico. Padahal, mana ada sih cowok yang perfect di dunia ini? Bella nggak tahu aja, sebenarnya Nico menyembunyikan sebuah rahasia besar. Ketika rahasia Nico terungkap, Bella syok berat. Dia sama sekali nggak menyang...