Skip to main content

My Diary

Penulis: Shesa
Penerbit: Terrant Books, 2006
Harga: Rp. 29.500,-

Batavia, alias Via, sama sekali nggak menyangka kalau di masa SMA-nya, dia bakal jatuh cinta sama seorang duda. A widower, the perfect one. Tapi beranak satu!
Kok bisa sih kriteria cowok idamannya justru didapat pada orang yang satu ini? Memangnya Kang Aldi, si perfect widower itu, bakal membalas cintanya, ya? Apa beda umur sebelas tahun nggak bakal jadi penghalang?
Dan kenapa Via malah merasa dia ‘dimanfaatkan’ oleh Kang Aldi untuk menjadi baby sitter anaknya?

Saya suka covernya! Khas cover buku-buku Terrant Books yang seperti scrapbook yang sering kubikin jaman SMP dulu Terus asik juga ceritanya, coz jarang gitu ada buku remaja yang menceritakan tokoh utamanya jatuh cinta sama duda

Worth to read lah, walau cerita awalnya agak lambat dan membosankan


Comments

Anonymous said…
kalau menurut aku buku ini interesting awalnya doang. ke sananya malah bener-bener membosankan karena gak konsisten sama tokoh-tokohnya. awalnya kakak kelas tengahnya duda belakangnya lain lagi! kesannya curhat gitu.. yah mungkin itulah sebabnya dikasih judul 'my diary' kali ya? :) .. aku rada kecewa aja karena alur ceritanya kurang konsisten. hehehe. :) dan.. jujur aja sedikit nyesel beli buku ini. aku sudah ditipu sama covernya yang bagus. (rada pedes ya.. XP). n_nv *peace
Stephanie Zen said…
hehe... ya mungkin krn dia flash back gt kali yaa critanya. pas SMP naksir kk kelasnya, terus pas SMA naksir duda, makanya terkesan 'ngga konsisten' gt :p
btw, thx udh mampir :)
Anonymous said…
covernya bagus...
Stephanie Zen said…
iya bagus yaa... kayak scrapbooks gitu ;) sayang ide & alur ceritanya masih perlu di-improve *berasa udh profesional aja, ngritik2 begini ;p)

Popular posts from this blog

One Last Chance

With a grateful heart, I proudly present you my 11th book: Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Setiap kisah cintanya yang berantakan selalu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya. Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true . Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama. Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalka...

Available Now on Bookstores!

Harusnya dari Selasa kemarin posting, tapi ga sempat-sempat.. It's officially available on the bookstores now! Bisa dibeli di toko-toko buku terdekat ya! Mau beli secara online juga bisa di sini atau di sini . Ditunggu commentnya jika sudah baca. Tengkyu, everybody!

Nobody's Perfect

It's available on the bookstores now! Ini nih bocoran ceritanya.. Bella punya segala hal yang diinginkan seorang cewek; cantik, pintar, dan keluarga yang tajir abis. Tapi lebih dari segalanya, ia bersyukur banget punya kakak seperti Nico. Bella sangat mengagumi Nico. Ia menganggap Nico sempurna, nggak ada cacat celanya. Ketika Nico melanjutkan kuliah di Melbourne, Bella kelimpungan, karena selama ini ia nggak pernah jauh dari kakak tersayangnya itu. Jovi, sahabat Bella, menyarankan Bella untuk cari pacar, agar nggak terus-menerus teringat Nico. Sayang, saran Jovi lebih mudah untuk diucapkan ketimbang dipraktekkan. Hubungan Bella dengan cowok-cowok yang dekat dengannya nggak berjalan mulus, karena ia mencari figur cowok perfect. Perfect, di mata Bella, adalah yang seperti Nico. Padahal, mana ada sih cowok yang perfect di dunia ini? Bella nggak tahu aja, sebenarnya Nico menyembunyikan sebuah rahasia besar. Ketika rahasia Nico terungkap, Bella syok berat. Dia sama sekali nggak menyang...