Skip to main content

Posts

Xplode's 4th Anniversary

Xplode (the youth community at my church here) celebrated its 4 th birthday last week! Tapi saya baru sempat posting ceritanya sekarang :D Anyway, saya jadi salah satu MC di acara itu, bareng sama Andrew. Pengalaman pertama jadi MC, dan yang tadinya berencana pakai bahasa Indonesia, tiba-tiba berubah harus pakai bahasa Inggris karena ada beberapa tamu yang bukan orang Indonesia (FYI, gereja saya di sini jemaatnya orang Indonesia semua :D). Duh, nervousnya jadi double! But thanks to my partner Andrew yang sudah berhasil menutupi semua awkward moments saya dengan banyolan-banyolannya. Almost everyone thought that he’s a professional MC! In fact, that was also his first time hosting an event, just like me! *nyembah* Oya, untuk anniversary kali ini, kita pakai tema Unity in Love, and what’s special is that… we had fine dining at our church hall!  The Menu Apa lagi yang spesial? Semua makanan hari itu dimasak dan dihidangkan oleh our cell group leaders, who dresse...

Grew Worse

Bulan lalu, finance saya agak berat :p Berhubung akhir Februari itu waktunya untuk bayar uang kuliah untuk semester berikutnya, dari awal bulan saya sudah bertekad, bahwa kalau bisa bulan Februari saya nggak ganggu ortu saya dengan minta biaya hidup banyak-banyak. Kalau bisa, biaya hidupnya nggak minta sama sekali deh, yang berarti… harus nyari duit sendiri. Saya mulai menyusun rencana, kira-kira dari sumber mana saja saya bisa dapat pemasukan untuk membiayai hidup saya bulan itu. Berhubung saya bantuin teman saya jadi runner property agent (merekomendasikan orang-orang yang lagi cari kamar, rumah, dsb ke dia, dan kalau gol dapat komisi), saya menargetkan beberapa prospek klien saya bulan itu untuk gol. Saya juga menggadang-gadang novel terbaru saya kontraknya turun bulan Februari, supaya DP-nya juga bisa turun.  But, then… Tuhan berkehendak lain. Klien saya nggak ada yang gol sama sekali! :)) Dan perkiraan saya bahwa DP novel baru bakal turun bulan kemarin pun meleset. Lebih...

Love Me, Please

Malam ini, dalam perjalanan pulang, ketika bus yang saya tumpangi berhenti di sebuah halte, saya memandang keluar dan mendapati sebuah adegan yang membuat otak saya berpikir. Dua orang berpelukan di halte, jenis pemandangan yang sudah sering saya jumpai di Singapore (meski saya tahu saya tak akan pernah terbiasa melihatnya, sama seperti saya tak akan pernah terbiasa melihat orang kissing di tempat umum). Sang cowok, berpotongan rambut ala artis-artis Korea namun dengan dandanan serba hitam, membelai perlahan punggung ceweknya, sementara sang cewek, yang memakai tank top dan hot pants, menggelendot mesra di leher sang cowok, seolah-olah, kalau meniru kata Pitbull dan Ne-Yo di lagu Give Me Everything (I accidentally heard this song this afternoon while I was in an apparel store, and I couldn’t do anything but shook my head)… “we might not get tomorrow.” Cukup lama saya memerhatikan pasangan itu sambil berpikir, betapa manusia sangat haus akan perasaan ingin dicintai, sampai kad...

Appreciation Night

I was in charged of arranging my church’s Appreciation Night last week.  Well, the main idea of this Appreciation Night thing was to reward all of the church’s servants (activists) for all that they’ve done for the church. In the past, the appreciation used to be given during church’ anniversary, but this year my pastor would like to conduct it separately, so yeah, I was a lil bit nervous (yet, excited) when appointed as the PIC, because it would be the first Appreciation Nite at my church :p  We had a fine dining at the church hall (BIG thanksss to Ci Sophia, Ci Dessy, Ci Ayong cs and of course our PastorChef Ko Yakub for managed the dining tables plus prepared the foods, I really couldn’t ask for more :D) while special guest star gospel-singer Jason sang for us, continued by Praise & Worship session led by our MC plus WL, Wiwin. Church hall magically transformed into Ritz Carlton's ballroom :p Ubercute fruits dessert by Ci Dessy :) "Impo...

Shut Up and Listen!

Saya lagi khawatir mikirin satu hal: Final Exam Managing Organisational Flexibility (MOF) saya minggu lalu.  FYI, untuk lulus subject ini, persyaratannya ada dua: Kita harus dapat total nilai 50% dari total 100%, DAN Untuk setiap assesment yang bertanda “Invigilated”, kita harus minimal dapat 40%. Jadi, misalnya saya dapat nilai maksimal untuk Beer Game dan Learning Journal, kan udah 50% tuh, tapi saya belum tentu lulus karena harus dapat masing-masing minimal 40% dari Midterm dan Final Exam. Hehe, bingung nggak ngitungnya? Nih contohnya… untuk Final Exam kemarin nilai maksimalnya 25 marks, saya harus dapat 40% x 25 marks = 10 marks. Nah, Final Exam kemarin ada 2 section: MCQ (Multiple Choice Question), consisted of 22 questions, worth 0.5 marks each. Maximum marks for MCQ section is 22 x 0.5 = 11 marks. Essay, consisted of 1 question, worth 14 marks. Salah saya adalah, waktu ngerjain ujian ini saya kira waktunya 2 jam 10 menit, tapi ternyata… cuma 1 j...

Forgiven

Duluuuu banget, ada satu-dua dosa di masa lalu saya yang selalu mencoba untuk mengusik saya kembali. Saya tahu, itu salah satu bentuk intimidasi iblis, di mana dia selalu ingin membuat saya, dan kita semua, meragukan akan anugerah pengampunan Allah. Iblis ingin membuat kita ragu, “Benarkah Tuhan mengampuniku semudah itu? Hanya dengan aku percaya pada Yesus?” Nah, dari Alkitab kita bisa melihat, bahwa dosa “afraid of not being forgiven” ini sudah ada dari duluuu banget. Saudara-saudara Yusuf – setelah ayah mereka, Yakub, mati – merasa ketakutan karena diusik oleh dosa-dosa masa lalu mereka, yaitu menjual Yusuf kepada pedagang budak.  Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya." (Kejadian 50 : 15) Bukan cuma takut Yusuf belum benar-benar mengampuni mereka, mereka juga sudah merancang sebuah siasat untu...