Skip to main content

Hari Ini, Setahun yang Lalu...

Hari ini, setahun yang lalu...
Aku menjatuhkan diri pada cinta yang salah,
Pada rasa yang sudah kutahu akan membuatku berdarah.

Aku menepiskan semua pertimbangan,
Dan berjalan menuruti hatiku sendiri,
Hati yang buta...

Dan pada akhirnya aku mendapati diriku
Terperosok di lubang yang dalam.
Aku tak berdaya,
Aku menggapai-gapai tanpa asa.
Kukira dunia sudah lenyap di antara semesta.

Tapi yang Maha Kasih
Meraihku dari dasar jurang,
Membuatku merasakan,
Bahwa sungguh di dalam kelemahanku lah,
Kuasa-Nya sempurna.

Ia mengobati lukaku,
Membalutnya dengan kasih,
Jenis kasih yang tak pernah diberi dunia.
Dan Ia bahkan mengganti
Segala hal buruk yang dulu pernah kukejar
Dengan hal baik yang tak pernah terbayang.

Di sini, saat ini, setahun berlalu,
Ratap tangisku telah berubah menjadi sorak-sorai.


For I know that He’s doing a greater good in my life. Amen :)

Comments

Anonymous said…
wohoooo i love the bible verse!!
x)
nice steph. Terharu baca postingan kali ini :) indeed, God is so great, more than we think, more than we can ever say, more than we imagine.
Stephanie Zen said…
@anonymous: thank you, me too :)

@ Ci Rina: thanks ya Ci hehehe, yes Ci, He really is :)

Popular posts from this blog

One Last Chance

With a grateful heart, I proudly present you my 11th book: Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Setiap kisah cintanya yang berantakan selalu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya. Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true . Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama. Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalka...

Available Now on Bookstores!

Harusnya dari Selasa kemarin posting, tapi ga sempat-sempat.. It's officially available on the bookstores now! Bisa dibeli di toko-toko buku terdekat ya! Mau beli secara online juga bisa di sini atau di sini . Ditunggu commentnya jika sudah baca. Tengkyu, everybody!

Nobody's Perfect

It's available on the bookstores now! Ini nih bocoran ceritanya.. Bella punya segala hal yang diinginkan seorang cewek; cantik, pintar, dan keluarga yang tajir abis. Tapi lebih dari segalanya, ia bersyukur banget punya kakak seperti Nico. Bella sangat mengagumi Nico. Ia menganggap Nico sempurna, nggak ada cacat celanya. Ketika Nico melanjutkan kuliah di Melbourne, Bella kelimpungan, karena selama ini ia nggak pernah jauh dari kakak tersayangnya itu. Jovi, sahabat Bella, menyarankan Bella untuk cari pacar, agar nggak terus-menerus teringat Nico. Sayang, saran Jovi lebih mudah untuk diucapkan ketimbang dipraktekkan. Hubungan Bella dengan cowok-cowok yang dekat dengannya nggak berjalan mulus, karena ia mencari figur cowok perfect. Perfect, di mata Bella, adalah yang seperti Nico. Padahal, mana ada sih cowok yang perfect di dunia ini? Bella nggak tahu aja, sebenarnya Nico menyembunyikan sebuah rahasia besar. Ketika rahasia Nico terungkap, Bella syok berat. Dia sama sekali nggak menyang...