Skip to main content

I'm in Love with This Painting...

Coba lihat gadis kecil yang duduk di pangkuan Tuhan Yesus :)


Dia duduk dengan nyamaaaan sekali. Matanya menatap penuh kekaguman dan percaya. Bibirnya tersenyum. Dan ekspresi wajahnya seolah ingin berkata, "Aku aman, dan berada di tangan yang tepat."
Seperti itulah saya merefleksikan hidup saya sekarang, "Aku aman, dan berada di tangan yang tepat."
Meski masalah kayaknya nggak pernah habis...
Meski banyak hal yang terjadi melenceng jauh dari rencana... (buat yang kenal baik sama saya, pasti tau kalau saya orang yang bakal stres BANGET seandainya rencana yang saya susun baik-baik ternyata meleset :p)
Meski orang yang saya percaya, saya harapkan, saya banggakan, ternyata menyakiti saya...

Saya tetap percaya, saya aman, dan berada di tangan yang tepat.
Dan saya belajar, bahwa rencana-rencana saya tidak selalu yang terbaik buat saya. Tuhan Yesus punya rencana yang jauh lebih baik, yang mungkin sekarang belum saya lihat secara utuh, tapi saya imani hari demi hari, He doesn't play, everything is in His plan :)

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29 : 11)

Comments

Unknown said…
thanks for this inspiring post :)
Stephanie Zen said…
very welcome :)
thanks for stopping by here :)
Amin. Melegakan untuk tahu ya, kita berada di tangan yang tepat. Dan mereka hanya bisa menyakiti kita, tapi TUhan akan selalu menjaga kita, Steph
Stephanie Zen said…
iya, Ci. melegakan untuk tahu kita selalu dijaga ya :)

Popular posts from this blog

One Last Chance

With a grateful heart, I proudly present you my 11th book: Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Setiap kisah cintanya yang berantakan selalu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya. Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true . Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama. Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalka...

Available Now on Bookstores!

Harusnya dari Selasa kemarin posting, tapi ga sempat-sempat.. It's officially available on the bookstores now! Bisa dibeli di toko-toko buku terdekat ya! Mau beli secara online juga bisa di sini atau di sini . Ditunggu commentnya jika sudah baca. Tengkyu, everybody!

Nobody's Perfect

It's available on the bookstores now! Ini nih bocoran ceritanya.. Bella punya segala hal yang diinginkan seorang cewek; cantik, pintar, dan keluarga yang tajir abis. Tapi lebih dari segalanya, ia bersyukur banget punya kakak seperti Nico. Bella sangat mengagumi Nico. Ia menganggap Nico sempurna, nggak ada cacat celanya. Ketika Nico melanjutkan kuliah di Melbourne, Bella kelimpungan, karena selama ini ia nggak pernah jauh dari kakak tersayangnya itu. Jovi, sahabat Bella, menyarankan Bella untuk cari pacar, agar nggak terus-menerus teringat Nico. Sayang, saran Jovi lebih mudah untuk diucapkan ketimbang dipraktekkan. Hubungan Bella dengan cowok-cowok yang dekat dengannya nggak berjalan mulus, karena ia mencari figur cowok perfect. Perfect, di mata Bella, adalah yang seperti Nico. Padahal, mana ada sih cowok yang perfect di dunia ini? Bella nggak tahu aja, sebenarnya Nico menyembunyikan sebuah rahasia besar. Ketika rahasia Nico terungkap, Bella syok berat. Dia sama sekali nggak menyang...