Skip to main content

Beijing Olympic 2008

Hiyaaa… akhirnya setelah empat tahun penantian sejak Olimpiade Athena 2004, saya akan bisa menyaksikan Olimpiade lagi! Three days countdown!

Perbedaan yang paling terasa, kalau pas Athena 2004 saya masih umur belasan, ehh sekarang pas Beijing 2008 saya udah berkepala dua. Bagaimana lagi, harus menerima kenyataan yang pahit ini, hiks… *apasiiihh… harusnya bersyukur ya, masih dikasih tambahan umur 4 tahun untuk bisa lihat Olimpiade lagi, ya nggak? *
Yah, sebenarnya yang paling saya tunggu-tunggu dari Olimpiade ini adalah cabor… eng ing eng… BULUTANGKIS!
As you all know, saya agak freak sama bulutangkis. Hahaha… gimana ya jelasinnya… bidang itu nyaris jadi my whole life commitment sih. Jadi ya hati saya selalu berada di sana *cieeee *
Nah, kemarin saya buka web Badminton World Federation, dan ternyata sudah ada jadwal dan drawing untuk Olimpiade Beijing! Dan setelah dipelototi, saya kok jadi keder… soalnya, beberapa pemain Indonesia bakal menghadapi pemain-pemain peringkat atas, langsung di babak pertama!
Nih saya kasih jadwal atlet-atlet Indonesia untuk putaran pertama:

9 Agustus 2008
Women’s Singles
09.00 : Maria Kristin Yulianti (INA) vs Juliane Schenk (GER) *go Maria, gooo! Pia Zebadiah aja bisa mengalahkan Schenk waktu semifinal Uber Cup kemarin, jadi kamu pasti lebih bisa! *

10 Agustus 2008
Women’s Doubles
11.20 : Vita Marissa/Liliyana Natsir (INA) vs Yang Wei/Zhang Jie Wen (CHN) *tidaaaaaakkkk!!! Yang/Zhang adalah rank1 BWF! Kenapa Vita/Butet harus langsung ketemu mereka di putaran pertama??? *

11 Agustus 2008
Men’s Singles
11.45 : Sony Dwi Kuncoro (INA) vs Boonsak Ponsana (THA) *yeah, Ponsana adalah tunggal putra terbaik Thailand, sangat sangat sangat berbahaya!*

19.40 : Taufik Hidayat (INA) vs Wong Choong Hann (MAS) *FYI, Wong Choong Hann adalah tunggal putra terbaik Malaysia setelah Lee Chong Wei, so Taufik better prepared, huhuhu…*

12 Agustus 2008
Mix Doubles
10.00 : Liliyana Natsir/Nova Widianto (INA) vs Han Song Hoon/Hwang Yu Mi (KOR)
18.50 : Vita Marissa/Flandy Limpele (INA) vs Kristoff Hopp/Brigit Overzier (GER)

Men’s Doubles
11.10 : Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto Chandra (INA) vs Tadashi Ohtsuka/Keita Matsuda (JPN)
19.40 : Markis Kido/Hendra Setiawan (INA) vs Guo Zhen Dong/Zhie Zhong Bo (CHN) *saya sangat sangat sangat takut sama pasangan China ini, mereka kadang lebih berbahaya dibanding ganda putra terbaik China, Fu Hai Feng/Cai Yun*

So, let’s pray for Indonesians! Tradisi emas bulutangkis dari Olimpiade harus tetap berlanjut! Tidak ada lawan yang tak bisa kita kalahkan, bukan?

Comments

Anonymous said…
td aku nonton pembukaannya di tv. qren! kamu nonton ga?
smoga atlet2 bulutangkis qt memberikan yg terbaik de. biar ada yg nyumbang emas. miris td liad kontingen indo cm 24 org atlet ;(
Stephanie Zen said…
aku dpt opening ceremonynya cuma pas ending2nya doang, tp sumprit kereeenn mampuusss :p

hehe iya, mg2 dpt emas. gpp deh walau cm 24 org, yg penting emasnya :p

Popular posts from this blog

Tangan Kosong

Sedih banget deh, Indonesia terpaksa pulang dengan tangan kosong dari Singapore Super Series 2009 kemarin Meloloskan dua wakilnya ke final, WD Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii dan MD Markis Kido/Hendra Setiawan, Indonesia malah gagal mencuri gelar. Greysia/Nitya kalah 14-21, 13-21 dari ganda China, Zhang Yawen/Zhao Tingting. It’s okay sih, karena Greysia/Nitya sebenarnya nggak diprediksi akan bisa sampai babak final (tapi mereka bahkan menumbangkan pasangan rank 1 dunia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty di quarter final!) Jadi prestasi mereka yang bisa menapak sampai ke final ini aja udah luar biasa, dan cukup menenangkan hati karena tau kita masih punya ganda putri yang bisa diandalkan setelah Vita Marissa/Lilyana Natsir bubar jalan. Apalagi, Nitya/Greysia sama-sama masih muda, yang berarti jalan mereka masih panjang. Good job, Nitya/Greysia! Next time better ya! Yang mengecewakan justru kekalahan Markis Kido/Hendra Setiawan dari pasangan Inggris, Anthony Clark/Nathan Robertson . K...

One Last Chance

With a grateful heart, I proudly present you my 11th book: Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Setiap kisah cintanya yang berantakan selalu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya. Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true . Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama. Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalka...

Available Now on Bookstores!

Harusnya dari Selasa kemarin posting, tapi ga sempat-sempat.. It's officially available on the bookstores now! Bisa dibeli di toko-toko buku terdekat ya! Mau beli secara online juga bisa di sini atau di sini . Ditunggu commentnya jika sudah baca. Tengkyu, everybody!