Friday, August 26, 2011

Logika Manusia vs Janji Tuhan (part 2)

Yang belum baca part 1-nya, bisa baca di sini ya :D

Oke, kemarin kita udah bahas gimana logika manusia sering banget mengalahkan janji Tuhan kepada mereka, sering banget kita lebih bergantung pada logika kita sendiri dibanding janji setia penyertaan Tuhan. Nggak cuma kita kok, tokoh-tokoh di Alkitab juga ada yang begitu.

Nah, kalau kemarin kita udah lihat contoh-contoh “buruk”nya, yuk sekarang kita lihat tokoh-tokoh dalam Alkitab yang imannya patut dikasih jempol, karena patuh pada perintah dan janji Tuhan, meskipun perintah dan janji tersebut kedengarannya nggak masuk akal.


1. Abraham
Nggak usah ditanya lah ya gimana imannya Abraham. Waktu Tuhan suruh Abraham pergi dari Ur-Kasdim, Tuhan nggak ngasih tahu kan ke mana Abraham sebenarnya harus pergi? Tuhan cuma bilang:

"Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” (Kejadian 12:1)

Ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu! Di mana? Nggak tahu! Kapan nyampenya? Nggak tahu juga! Tapi Abraham nurut!

Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. (Kejadian 12:4)

Sekarang coba bayangin, ada sahabatmu, temen yang udah kamu kenal dan percaya, tiba-tiba ngajak kamu pergi ke suatu tempat. Waktu kamu tanya mau ke mana, dia cuma bilang, “Udah, ikut aja.. percaya deh sama aku!” Kemungkinan besar kamu bakal ikut dia kan, walau kamu nggak tau dia mau ajak kamu ke mana? Kenapa? Karena kamu percaya sama dia! Kamu tahu, dia nggak bakal bawa kamu, sahabatnya, ke tempat-tempat yang buruk atau berbahaya.

Nah, kalau sama manusia (yang bisa jahat) aja kita bisa percaya, kenapa kita nggak bisa percaya sama Tuhan yang jelas-jelas mahabaik, saat dia suruh kita lakukan sesuatu atau pergi ke suatu tempat? Kenapa malah logika kita yang seringkali bicara? “Di sana kan nggak enak, Tuhan, aku nggak punya temen…”, “Kalau aku nanti gagal, gimana, Tuhan?”, dan banyak alasan lainnya. Stop making excuses, friends. Abraham nggak berdebat sama Tuhan, nggak negosiasi, nggak banyak cingcong! Dia pergi seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya, karena dia percaya sama janji Tuhan :)

“Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” (Kejadian 12:2-3)

Dan siapa yang sekarang berani bilang bahwa Tuhan nggak menepati janji-Nya itu?

2. Nuh
Kurang nggak masuk akal apa nih perintahnya Tuhan ke Nuh? Disuruh bikin bahtera karena Tuhan bilang bakal mendatangkan air bah ke bumi! Padahal saat itu, yang namanya hujan aja belum pernah diturunkan ke bumi lho!

Belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi. (Kejadian 2:5)

Bisa dibayangin, pasti Nuh bengong waktu Tuhan menyebut-nyebut air bah, hujan, dan sebagainya. Pasti dalam hati dia mikir, “Hujan itu apa sih, Tuhan?”

But yes, he didn’t argue, he didn’t confute… he obeyed! Dan bukan cuma patuh aja lho, tapi Nuh juga bikin bahteranya SAMA PERSIS dengan apa yang disuruh Tuhan :)

Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. (Kejadian 6:22)

It’s not easy to obey God.
It’s hard to obey Him exactly as He commanded us.
And it’s even harder to obey Him exactly as He commanded us, when His command seems irrational.

But Noah did it. And so should we.

Masih banyak lagi tokoh-tokoh dalam Alkitab yang menunjukkan iman mereka terhadap janji Allah (bisa baca selengkapnya di Ibrani 11 ya :D) Iman yang mengalahkan logika, tapi bukan iman yang ngawur, karena mereka tahu kepada siapa mereka percaya, dan mereka yakin bahwa Dia berkuasa (2 Timotius 1:12)

And here comes the question… jadi kita nggak perlu pakai logika kita? Ya bukan gitu, atuh! Tuhan sudah kasih kita logika, pasti ada tujuannya! Supaya kita nggak seperti robot (yang selalu dikendalikan), tapi juga nggak seperti binatang (yang nggak nggak bisa mengendalikan dirinya, hingga harus dikendalikan dengan tali kekang).

Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang. (Mazmur 32:9)

Tapi, yuk kita contoh Rasul Paulus:

Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. (2 Korintus 10:5)

Logika bisa menjadi keangkuhan manusia, dan membuatnya menentang pengenalan akan Allah, (termasuk memercayai janji-janji-Nya), tapi, seperti Paulus, Abraham, dan Nuh, kita bisa menundukkan segala logika kita di hadapan Kristus dengan memercayai janji penyertaan-Nya, dan justru menggunakan logika kita itu untuk memuliakan-Nya :)


Tuhan memberkati!

No comments: