Skip to main content

What a Shocking Day on Korea SS 2009!

I’m shoooooocked!

Kemarin, di 2nd round Korea SS 2009, Indonesia dapat dua kejutan buruk!
1. Nova Widianto/Lilyana Natsir, ganda campuran rank 1 BWF, yang baru menjuarai Malaysia SS 2009 minggu lalu, kalah dari ganda campuran India, Diju V/Jwala Gutta, yang bahkan bukan unggulan di turnamen ini! As-ta-ga! Saya rasa mereka kecapekan habis dari Malaysia kemarin. Jadwal turnamen yang padat memang sangat menguras energi. Belum lagi suhu di Korea yang katanya bisa bikin orang membeku. Yeah, kesampingkan semua alasan itu dan terima kenyataan: ganda campuran kita kalah dari ganda campuran I-N-D-I-A. Orang India yang biasanya cuma bisa nari-bnari ngiterin tiang sekarang bisa main bulutangkis! Unbelievable.
2. Markis Kido/Hendra Setiawan, ganda putra peraih emas Olimpiade Beijing, tumbang di tangan Chieh Min Fang/Lee Sheng Mu asal Taiwan, yang juga bukan unggulan!

Untung Indonesia masih menyisakan wakil di semua nomor di babak quarter final hari ini. Tapi kok saya khawatir nanti nggak ada yang make it to the final ya. Secara yang tersisa juga adalah pemain-pemain muda *yang secara jam terbang masih kalah dari Nova/Lilyana dan Kido/Hendra*, dan hari ini pun mereka bakal menghadapi lawan-lawan yang berat. Tapi, who knows? Siapa tahu mereka bisa bikin kejutan seperti ganda campuran India dan ganda putra Taiwan

Comments

Semoga aja ya pemain-pemain yg masih muda bisa memenangkan pertandingan selanjutnya ya.
pada kalah, steph..yg tersisa di semifinal cuma simon santoso..
hiks..hiks..
Stephanie Zen said…
bibi: sayang banget bi, kali ini indonesia gagal total :((

retta: iya, bahkan simon pun mengundurkan diri di SF :(( enak di Gade deh, simpen tenaga buat lawan LCW besoknya. juara deh dia :((

Popular posts from this blog

One Last Chance

With a grateful heart, I proudly present you my 11th book: Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Setiap kisah cintanya yang berantakan selalu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya. Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true . Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama. Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalka...

Available Now on Bookstores!

Harusnya dari Selasa kemarin posting, tapi ga sempat-sempat.. It's officially available on the bookstores now! Bisa dibeli di toko-toko buku terdekat ya! Mau beli secara online juga bisa di sini atau di sini . Ditunggu commentnya jika sudah baca. Tengkyu, everybody!

Nobody's Perfect

It's available on the bookstores now! Ini nih bocoran ceritanya.. Bella punya segala hal yang diinginkan seorang cewek; cantik, pintar, dan keluarga yang tajir abis. Tapi lebih dari segalanya, ia bersyukur banget punya kakak seperti Nico. Bella sangat mengagumi Nico. Ia menganggap Nico sempurna, nggak ada cacat celanya. Ketika Nico melanjutkan kuliah di Melbourne, Bella kelimpungan, karena selama ini ia nggak pernah jauh dari kakak tersayangnya itu. Jovi, sahabat Bella, menyarankan Bella untuk cari pacar, agar nggak terus-menerus teringat Nico. Sayang, saran Jovi lebih mudah untuk diucapkan ketimbang dipraktekkan. Hubungan Bella dengan cowok-cowok yang dekat dengannya nggak berjalan mulus, karena ia mencari figur cowok perfect. Perfect, di mata Bella, adalah yang seperti Nico. Padahal, mana ada sih cowok yang perfect di dunia ini? Bella nggak tahu aja, sebenarnya Nico menyembunyikan sebuah rahasia besar. Ketika rahasia Nico terungkap, Bella syok berat. Dia sama sekali nggak menyang...