Monday, July 23, 2007

Weekend, Harry Potter, dan Sepatu

Weekend ini saya jalan-jalan mulu.
Hari Sabtu, pergi sama anak-anak ex TAFE ke Galaxy Mal.
Peserta? Saya, Licu, Meli, Joph, Rendy + Raymon yang fresh from Beijing plus Yudhi + Siska. Oya, ditambah Donny juga. Dan minus Fanie *awas kamu, Fan, diajak reunian kok malah ngacir ke Trawas! *
Rencana? Mau nonton Harry Potter and the Order of the Phoenix. Tapi jadinya malah ke Disc Tarra *percaya nggak, baru kali ini aku beli album terbaru band ini dua bulan setelah albumnya rilis, dulu-dulu sih aku jadi orang pertama di Surabaya yang punya album mereka *, nongkrong di Starbucks *mengingatkanku pada Signature Hot Chocolate-ku yang bukan hanya panas, tapi juga MENDIDIH*, makan-makan di Bentoya *lain kali bilang kek Yud kalau mau nraktir, biar aku mesen yang banyak dan mahal *, beli kado buat Yudhi di The Executive, nonton bioskop, beli Harry Potter and the Deathly Hallows edisi Inggris di TGA *yang bikin Rendy marah-marah karena aku langsung baca endingnya dan koar-koar di depan dia *, makan lagi di Qua-Li, lalu pulang.
*mall memang membuat orang jadi nggak konsisten pada rencananya semula *
Apa lagi yaa... Oiya, membahas film yang saya tonton itu, Harry Potter and the Order of the Phoenix alias HarPot 5, ternyata bikin sediiiihh! Gimana enggak, menurutku film ini adalah film HarPot PALING MENGECEWAKAN yang pernah dibuat. Banyak BANGET adegan yang dipotong, dan walaupun di film-film sebelumnya berlaku ’kebijakan’ macam ini juga, toh di film-film sebelumnya aku nggak merasa ada yang ’hilang’... Di HarPot 5? Aduuuh, nontonnya nggak enak banget! Kerasa banget sambungan antar adegan yang nggak smooth. Huhu, penonton kecewaaaaa!
Ahhhh... jadi makin keseeeellll... Apalagi karena di film ini nggak ada Viktor Krum kayak di film ke-empat *lho?? *
Yah, sudahlah, hanya bisa berharap film berikutnya nggak terlalu banyak adegan yang dibuang dan sambungan antar adegannya bisa lebih bagus...
Terus, hari Minggu ini aku ikut Mama ke Supermal. Sementara Mama belanja Melilea, saya keluyuran di seluruh penjuru Supermal, dan ujung-ujungnyaaaa... beli sepatu! Haha! Kebangetan nih, padahal dari Bali kemaren udah beli dua sandal, lha kok ya sekarang beli sepatu lagi??
Tapi aku memang tak bisa menahan diri melihat dark brown-turqoise ankle strap ini...

Hehe, mungkin kalau Imelda Marcos adalah cewek Indonesia umur 19 tahun, saya bisa sobatan sama dia. We both shoes-addict, soalnya
Okeh, sekarang lupakan dulu soal HarPot, sepatu, dan Imelda Marcos, karena saya harus kembali bekerja! Fiuuhh... nggak pernah sebelumnya weekend bawa pulang kerjaan ke rumah, apalagi sampai segini banyak. Harus bikin rekap, perbandingan harga, penawaran untuk proyek RSUD, deuuu... capedeee...
Semoga semua tender proyek ini gol, amin! *Ntar biar komisinya bisa dipake buat beli sepatu lagi *

1 comment:

finkz said...

"bukan hidup gue klo ga ada sepatu", keukeuh steph. xp