Monday, October 1, 2007

Baca Yuukk...

Pacarku Juniorku
Penulis: Valleria Verawati
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2007
Harga: Rp. 25.000,-

Bia adalah ketua OSIS SMA Constantine 4 yang terkenal dengan kejudesannya. Jangan ditanya kalau sama cowok, dia bisa lebih judes lagi!
Tapi Bia seperti mati kutu waktu ketemu Egi, juniornya di sekolah. Bukaaannn, Bia bukan mati kutu karena naksir Egi, tapi karena Egi nggak habis-habisnya menggoda Bia! Pokoknya, cowok satu itu tengil banget deh!
Awalnya, Bia nggak percaya sama semua kata-kata Egi, malahan menganggapnya gombal belaka. Tapi akhirnya Bia tahu kalau Egi benar-benar tulus, bukan berniat iseng atau mainin Bia.
Apa Bia akhirnya luluh dan jadian sama Egi? Mungkin nggak sih itu terjadi, kalau ada teman Bia yang juga naksir Egi?


Loves:
- Egi-nya konyol banget! Biarpun agak-agak gombal, tapi ternyata dia tulus lho! Mana dia juga dewasa banget pula, nggak childish. Mau dongs cowok kayak Egi… *tapi jangan yang brondong ahh *
- Aku suka satu hal: gaya bercerita Valleria Verawati itu sederhana, tapi selalu ada kejutan di akhir ceritanya. Dulu, waktu baca Nggak Usah Jaim Deh!, aku juga sampai terpana karena ini. Keren!

Hates:
- Arrrghhh… ceritanya mirip dengan naskahku yang belum selesai walaupun sudah hampir setahun! Huhuhu… merasa kecolongan *makanya, Steph, naskah tuh dikerjain, jangan main game mulu!*

100 Jam
Penulis: Amalia Suryani & Andryan Suhardi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2007
Harga: Rp. 25.000,-

Jasmine adalah anak panti asuhan yang bandel. Dia suka menggembosi ban sepeda teman-teman sepantinya, mengikat tali sepatu mereka menjadi satu, dan melakukan keisengan-keisengan lainnya.
Karena semua itu, plus satu kebandelannya lagi *yang sebenarnya bertujuan baik*, Jasmine dihukum oleh Bu Meynar, kepala panti asuhan. Dia harus mengajar selama 100 jam di sekolah kolong jalan tol!
Awalnya, Jasmine ingin cepat-cepat menyelesaikan hukumannya itu. Tapi ketika dia menjalaninya, dia menyadari… bahwa ada persahabatan yang mulai terjalin antara dirinya dan anak-anak sekolah kolong itu. Persahabatan yang dalam, yang belum pernah dimilikinya dengan siapapun juga.

Loves:
- Gilaaaa! Aku suka sekali 100 Jam yang “menyentil” masalah sosial! Apalagi menyindir pemerintah kita yang bobrok bin tukang korupsi itu, TOP BANGET!
- 100 Jam bisa membawaku melihat satu sudut kehidupan yang nggak pernah aku tau sebelumnya: sekolah kolong jalan tol. Ada ya anak-anak yang begitu ingin belajar tapi nggak punya biaya, sementara ada anak-anak orang kaya di luar sana yang nggak mensyukuri berkat yang mereka punya, malah malas-malasan dan nggak mau belajar
- Aku juga sukaaa banget kepolosan Lili, Nurul dan Bejo Ingus. Buseettt dah, anak-anak kecil ini lucu banget!
- Selain menyentil masalah sosial, buku ini juga punya pesan moral yang bagus banget: PERSAHABATAN! Ternyata, anak-anak miskin di sekolah kolong itu punya nilai persahabatan yang tulus banget… Lihat aja waktu Bagas menolong si Raja Copet yang kakinya kram di kali. Padahal tadinya kan si Raja Copet mau menghajar Bagas!

Hates:
- Haha, kok Jasmine akhirnya nggak jadian sama siapa-siapa, ya? Sepanjang membaca aku sibuk menebak-nebak apakah Jasmine bakal sama Bagas atau Arya, tapi ternyata nggak sama dua-duanya *whoops! Spoiler!*
Top top toppppp banget lah buat Amalia & Andryan! *Jadi kepingin punya novel duet juga *

No comments: