Thursday, April 19, 2007

The Strange Girls

Penulis: Laurentia Dermawan
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

The Strange Girls, alias geng cewek aneh, yang beranggotakan Westy, Liora, Ayu dan Dea punya misi: membantu Dea balas dendam pada Alfonso, si cover boy tengik yang sudah mengata-ngatai Dea.
Segala cara mereka lakukan untuk balas dendam pada Alfonso, mulai dari yang aneh sampai yang kelihatannya masuk akal: mengubah Dea menjadi lebih trendi, untuk membuktikan pada Alfonso kalau Dea nggak kampungan seperti yang cowok itu bilang.
Tapi bagaimana kalau ternyata tiga anggota The Strange Girls jatuh hati pada ketiga teman Alfonso? Dan mungkin nggak sih Dea dan Alfonso bisa saling jatuh cinta juga?

aQ membeli buku ini karena apa yaa? Hmm... karena lagi iseng jalan di toko buku dan kebetulan lihat buku ini, lalu asal comot saja, karena kebetulan saya cukup suka TeenLit. Sayang, aQ agak kecewa baca buku ini. Jalan ceritanya kedodoran dan aneh, bikin aQ terbingung-bingung sendiri bacanya, dan harus berusaha keras untuk bisa menimbulkan niat membaca sampai halaman terakhir

Plus:
· Ada beberapa kejadian yang lucu, termasuk saat Dea memaksa supaya bisa memanggil kapsternya Mas Bence, padahal nama asli orang itu Benny. Juga waktu Dea dan Alfonso sama-sama jatuh ketimpa steamer. Ya ampuun... asli kesian banget tu dua orang!

Minus:
· Seperti yang kubilang tadi, jalan ceritanya agak ’aneh’. Mungkin untuk menonjolkan karakter The Strange Girls yang emang aneh-aneh kali, ya? I don’t know...
· Ada yang mati! Heleeehhh... saya tak suka baca novel kalau ada tokohnya yang mati!
· Di beberapa bagian bisa ketebak banget jalan cerita selanjutnya. Seperti aQ yang dari awal bisa menduga, pastiiii... ntar Dea sama Alfonso. Mungkin penggemar happy ending bakal suka, tapi sayangnya saya penggemar happy unexpected ending, jadi hmm… kurang memuaskan nih

2 comments:

Aryo said...

sekali" bikin teenlit yang temanya "cowok" bangedh gt? XD~~ atau emang teenlit itu khusus ce' y? ;)

Stephanie Zen said...

hehehe... ntar teenlit saya yang mwendatang ceritanya dari dua sudut pandang lhoo, point of view si tokoh cwe dan tokoh cwo...
moga2 bisa bikin para cwo nggak merasa ter'diskriminasi' lagi ;)