Monday, December 5, 2011

No Christ, No Christmas

One of my favorite things about Christmas is… Christmas decoration!


FYI, ini pertama kalinya saya ada di Singapore menjelang Natal (I will be at my hometown during Christmas and New Year :p), dan dekorasi Natal di sini, terutama di daerah Orchard, sudah dipasang mulai pertengahan November lalu. Baguuuus, dan benar-benar membuat terpana. Sayang belum sempat foto di sana, soalnya tiga minggu kemarin kan BB saya rusak, heuhehe. Hopefully next week sempat ke sana dan foto-foto sebelum mudik :D

Beberapa hari yang lalu juga saya sempat jalan-jalan ke Vivo City (salah satu mal yang NGGAK terletak di kawasan Orchard), dan dekorasi di sana pun benar-benar bagus! Mereka ada semacam christmas bazaar juga di atriumnya, jual aneka pernak-pernik christmas kayak cards, trees, gifts, anything about Christmas deh!

Saya jalan-jalan sebentar di tengah bazaar itu, dan mendadak teringat status Facebook my best friend and sister, Ci Rina Suryakusuma:


And I know how true it was. There would be no Christmas without Christ.

Apakah kamu masih merasakan Natal itu di dalam hatimu, jika tidak sedang berada di tengah dekorasi Natal yang serba gemerlap?

Apakah kamu masih merasakan Natal itu di dalam hatimu, jika tidak ada Christmas presents, party, gingerbread cookies, mistletoe, Christmas tree, Santa Claus… dan segala yang menurut dunia berhubungan dengan Natal?

I’m not saying that we are not allowed to have all those things in celebrating Christmas, I am indeed one of those Christmas’ decoration, foods, atmosphere lovers! Tapi kemarin, saat berada di tengah Christmas bazaar yang cantik dan meriah itu, tiba-tiba saja saya merasa… apakah orang-orang yang berbelanja di sini ini benar-benar mengerti dan memiliki makna Natal di dalam hati mereka? 

Do they know that Jesus is, and should be, the only reason to celebrate Christmas?

It is not about the food, nor holiday, nor decorations, nor songs, nor movies, nor presents… from the beginning it is only about HIM.

There were no Christmas tree, Santa Claus, mistletoe, on a stable in Bethlehem the night Jesus was born. But Joseph and Mary still can felt the great joy. So did the shepherds and the wise men. Alkitab bahkan mencatat:

And suddenly there was with the angel a multitude of the heavenly host praising God and saying: Glory to God in the highest, and on earth peace, goodwill toward men! (Luke 2 : 13-14 NKJV)

A multitude of the heavenly host… a great company… sejumlah besar bala tentara sorga… and I dare to say that the whole heaven rejoiced at the birth of Jesus

I hope you also feel the joy of Christmas, and celebrate it, because of the exact same reason.


Selamat menyambut Natal. Tuhan Yesus memberkati :)

6 comments:

Anastasia said...

itulah bedanya kita yang kenal Tuhan dengan orang lain kak.
untuk orang lain, Natal itu sebatas dekorasi indah, lagu bagus, liburan dll.
Tapi untuk kita yang kenal Tuhan, Natal itu jauhhhhhh lebih berarti dari itu semua. Natal itu ada karena Tuhan Yesus ada :)

Stephanie Zen said...

betul. tapi senang juga sih kalau dengar orang yang belum kenal Tuhan juga merasakan damai Natal.. hopefully someday they'll know what Christmas is truly about. amen!

Rina Suryakusuma said...

hahaa can't say much about this posting steph, just once again, really wish someday they all said with their mouth, that really Jesus is the real reason for this season

Stephanie Zen said...

amen :)

Jane Reggievia said...

aku juga bahas ini di blog ku, nggak sepanjang punyamu sih ci, tapi intinya natal itu berhubungan dengan Tuhan Yesus, nggak ada Dia, nggak bakal ada Natal. aku selalu berdoa hope setiap natal, mereka yg belom kenal Tuhan jadi kenal lewat Natal, that's Christmas all about. Happy earlier Christmas ya (:

JANE FROM THE BLOG

Stephanie Zen said...

betul banget! happy belated christmas and belated new year, jane! :D