Monday, September 28, 2009

Japan Open Super Series 2009

Menempatkan delapan wakilnya sampai semifinal, Indonesia ternyata hanya bisa mencuri 1 gelar juara di final, melalui ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan yang mengalahkan juniornya sendiri di all Indonesian final, Yonathan Dasuki/Rian Sukmawan, 21-19, 24-22.

China, yang bahkan nggak menurunkan tim terbaiknya, dan hanya meraih 5 spot di semifinal, berhasil mendulang 3 emas, lewat tunggal putra Bao Chunlai, ganda putri Ma Jin/Wang Xiaoli, dan tunggal putri Wang Yi Han.
Indonesia sebenarnya berpeluang mendulang 2 emas, tapi Taufik Hidayat kalah dari Bao Chunlai dua set langsung, 15-21, 12-21. Taufik kecapekan deh kayaknya, karena di semifinal main tiga set melawan Simon Santoso.
JOSS 2009 kali ini nggak ditayangkan di TV Indonesia *apa kabarnya Global TV, ya? Biarpun suka mengundang komentator nggak jelas alias Tya Ariestya, saya sebenernya berharap mereka nayangin JOSS ini*. Stasiun TV yang menayangkan cuma Vison 1, dan berhubung saya nggak langganan, ya nggak nonton
Biasanya, untuk turnamen yang nggak ditayangkan, saya mantengin scorenya lewat live score di Tournament Software, tapi kemarin pas banget sama jadwal nge-gym dan les nyetir saya, dan saya dapat update hasil final ini justru lewat Twitter
Sepanjang 2009 ini, Indonesia hanya meraih 2 medali emas di Super Series. Jangan bandingin sama China deh, ntar sakit hati ngitungnya. Denmark aja kayaknya dapat emas lebih banyak dari Indonesia *belum ngitung*.
Sebenernya yang paling pengen saya tonton aksinya di JOSS ini tuh ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda. Sayang, mereka kalah di semifinal dari Ma Jin/Wang Xiaoli *yang akhirnya jadi juara*, dan kalahnya tuh kalah retired. FYI, kalah retired tuh kalah sebelum pertandingan berakhir, karena salah satu pemain ada yang mengalami cedera. Kemarin, yang cedera tuh si Greysia. Mengutip twitternya, lutut kanan Greysia bergeser di tengah pertandingan, dan ligamennya loss *whatever ligamen is, i dunno*. Dia sempat maksa nerusin main, sebelum akhirnya nyerah karena nggak kuat lagi nahan sakitnya.
I hope that Greys will get well soon, she’s my favorite player since Thomas-Uber Cup 2008 Dan saya seneng banget follow twitternya, karena dia selalu nunjukin semangatnya untuk setiap sesi latihan, setiap turnamen, and every little thing she does.
Dan nggak tau kenapa, saya kok punya feeling that she will be a great player one day. Bukannya dia nggak hebat ya sekarang, c’mon, dia dan Nitya satu-satunya ganda putri Indonesia yang bisa menembus final Super Series tahun ini *di Singapore SS bulan Juni lalu*! Maksud saya, dia bakal lebih hebat lagi dari ini, sampai bisa membawa Indonesia balik ke era kejayaan ganda putri jaman Deyana Lomban dulu deh
We’ll see her progress *and also the recovery* on Denmark and French Super Series next month!

PS: pic taken from here

No comments: