Skip to main content

Kepada Yth Tuhan Yesus di Surga

Dengan hormat,

Tuhan, aku ingin tahu..

Mengapa kau ijinkan hal-hal yang tidak adil terjadi di dunia ini? Mengapa aku harus memberikan pipi yang kanan jika ditampar pipi yang kiri? Mengapa aku harus mencintai musuhku? Mengapa sepertinya aku harus selalu mengalah walau dirugikan? Mengapa aku harus bersabar atas banyak hal yang tidak menyenangkan?

Tolong, Tuhan, jawab aku biar aku mengerti, karena aku merasa sangat lelah menanggung semua ini...



A reply from Heaven

Anak-Ku terkasih, tidakkah kausadari bahwa mata-Ku selalu tertuju padamu? Aku tau saat kau diperlakukan tidak adil. Aku melihat saat airmatamu mengalir menahan perasaan jengkel yang tak terucapkan. Aku bahkan ikut merasakan kepedihan hatimu saat kau dikecewakan.

Tapi taukah kau bahwa aku semakin mengasihimu saat Aku melihat kau memaafkan orang lain yang menyakitimu dan bukannya membalas keburukan mereka? Dan melihatmu bersabar atas sikap jahat yang mereka tujukan padamu membuat-Ku sangat marah. Aku ijinkan semua itu terjadi supaya kau terlatih makin sempurna dan menyerupai Aku. Tapi, pada saatnya Aku akan menggantikan semuanya dan memberkatimu sesuai kemuliaan dan kekayaan-Ku. Aku akan membukakan bagimu pintu-pintu berkat di mana tak ada seorangpun yang bisa menutupnya. Dan Aku akan memberikan kepadamu kesempatan-kesempatan emas di mana tak seorangpun bisa mengambilnya. Dan Aku telah melihat betapa jahatnya perbuatan mereka, dan akan membuat perhitungan dengan mereka yang tak dapat kaubayangkan.

Jadi, anak-Ku, janganlah kau berpikir bahwa Aku mengabaikanmu, karena sesungguhnya mata-Ku ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.

Love,
Jesus


PS: Thank you for the story, Ci Rina Suryakusuma. Love these letters so much!

Comments

sama2 Steph. Senang bisa menjadi saluran berkat, walau hanya lewat sepotong cerita :)
GBU ya...
Wow, sungguh surat yg bisa direnungkan...

Minta izin copy paste ke blog dan notes di FB ya...

Thanks....

Popular posts from this blog

Pindahan #2: Putus

Nggak, saya nggak putus. Lha mau putus sama siapa? Okay, selamat datang kembali di blog post series Pindahan! Buat yang belum baca part 1-nya, sila dibaca di sini ya, biar nggak bingung saya ngoceh tentang apa. Lanjuttt! Untuk pindahan kali ini, saya memutuskan nggak pakai jasa mover alias tukang jasa pindahan. Kenapa? Karena selain barang saya nggak banyak-banyak amat, pakai mover di sini juga lumayan mahal, bisa $70 - $100. Mending duitnya dipake buat beli baju baru . Nah, resiko nggak pakai mover adalah, saya harus mau pindahin barang saya sedikit demi sedikit dari rumah lama ke rumah baru. Rutinitas saya tiap pagi selama seminggu belakangan kira-kira begini: tiap pagi ke kantor bawa gembolan dua travel bag atau satu koper --> Dilihatin dan ditanyain sama orang-orang sekantor, "Wah, you're flying back home, ah?" --> I wish --> Kerja membanting tulang demi sepetak kamar sampai kira-kira jam 7 malam --> Gotong-gotong gembolan ke rumah baru. Asal ta

Ziklag

Beberapa hari yang lalu, saya lagi baca One Year Bible Plan, waktu roommate saya ingatin untuk bayar uang kost. FYI, we rent a unit of HDB (sebutan untuk rumah susun di Singapore) here, consists of three bedrooms, and one of those rooms has been vacant for a month. We’ve been trying our best in order to find a housemate, but still haven’t found one yet. Nah, berhubung saya dan roommate saya nyewa satu unit, konsekuensinya adalah kalau ada kamar yang kosong, kami yang harus nanggung pembayarannya. Haha, finding a housemate is frustating, and paying for a vacant room is even more! :p But then, we have no choice. Jadi, waktu roommate saya ingatin untuk bayar uang kost (karena memang udah waktunya bayar), I went downstair to withdraw money from ATM (di bawah rumah saya ada mesin ATM, lol!). Waktu habis ngambil uang, saya cek saldo, dan… langsung mengasihani diri sendiri, wkwk. Ironis sekali bagaimana sederet angka yang terpampang di monitor mesin ATM bisa mempengaruhi mood-mu, ya? :p N

5566

Tahu grup 5566 *a.k.a double-five double-six , five-five six-six , or u-u-liu-liu * nggak? Itu lhoo… yang dulu pernah main serial drama Asia yang judulnya My MVP Valentine . Yang personelnya Tony Sun , Rio Peng, Zax Wang, Jason Hsu , sama Sam Wang. Nah, kemarin saya bongkar-bongkar kamar , dan… voila! Ketemu VCD karaoke lagu-lagu mereka! Terus iseng gitu kan nyetel di laptop, ehh... taunya masih bagus ! Dan hebringnya lagi, saya masih hafal kata-katanya! Tau deh pronounciationnya bener apa nggak, sudah dua tahun saya nggak menyentuh bahasa Mandarin sih Ahh... jadi kangen masa-masa nonton My MVP Valentine dulu. Jaman saya cinta-cintaan sama si mantan yang mirip salah satu personel 5566