Monday, January 21, 2008

Marshmallow Cokelat

Penulis: Ken Terate
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2007

Masih ingat dengan trio Wening, Joy dan Marcella?
Yeah, mereka masih bersahabat, tapi tetap punya keinginan yang berbeda.
Marcella: menjadikan Marshmallow, bandnya, sebagai band resmi sekolah.
Wening: memperbaiki nilai-nilainya, dan *mungkin* menembus jurusan IPA.
Joy: punya pacar, kalau bisa Devon.

Tapi jika band Marcella hanya mendapat dana bantuan tiga juta rupiah dari sekolah, Wening hanya dapat nilai pas-pasan untuk pelajaran-pelajaran IPA *sementara makalah sosiologinya sampai bisa maju ke tingkat nasional*, dan Joy gagal membuat cokelat valentine untuk Devon, masih bisakah mimpi-mimpi mereka terwujud?

Loves:
· Meskipun Ken Terate selalu pakai bahasa “agak” formal untuk buku-bukunya, aku selalu merasa tulisannya nggak kaku. Tetap fresh!
· Judul setiap bab di novel ini asik banget! Kalau buku-buku lain mungkin hanya berupa nomor bab, atau sepatah-dua patah kata, judul bab di buku ini bisa berupa kalimat panjang, yang sangat match dengan isi babnya! Saya sukaa!
· Adegan favoritku: waktu Mantra, partner makalah sosiologi Wening yang selalu dianggap aneh, berhasil memperdaya teman-teman sekelasnya agar menonton Marshmallow di kompetisi band. Bayangin aja, dia bisa-bisanya bilang kalau Pasha Ungu yang bakal jadi juri kompetisi, dan Samsons mau tampil, dan semua suporter bakal dapat snack! Padahal itu kan cuma kompetisi band antarsekolah!
· Ada masalah sosial yang disinggung dalam buku ini *trafficking, yang diangkat dalam makalah sosiologi Wening dan Mantra* Aku selalu suka novel-novel remaja yang menyinggung masalah sosial. Bisa membuat pembacanya berpikir lebih luas, gitu lho! Nggak melulu mikirin cowok dan nongkrong di mall aja

Hates:
· Haha, Ken Terate selalu menghindari adegan “jadian” dalam buku-bukunya, padahal ini jenis adegan yang paling kusuka dalam sebuah novel

5 comments:

c.i.L.y said...

hikhik.. yang g beli tu halaman 90 ntah berapa mpe hal 120 raib.. jadi g ga ngerti pas loe bilank Mantra bilank ke temen2nya gitu.

Stephanie Zen said...

haa? masa? eh bisa dituker tuh ke toko bukunya kalo emang bukunya cacat gitu..

c.i.L.y said...

uda ga bisa dech keknya.. abisnya bon nya uda ilang ntah ke mana. pasrah aja dechh..

Stephanie Zen said...

yahhh... sayang banget :'(

d Drama Queen said...

Duuh iya, kok lupa ya saya mau beli itu kemaren di toko buku, akhirnya keduluan beli "Does My Head Looks big in this?"
Padahal udah janji sama Ken untuk beli ...