Tuesday, July 10, 2012

Spirit of the Lord vs Evil Spirit

Heiya!

I haven’t blogged for one and half months? Geez, been pretty busy with holiday, then Singapore Open, then school (I’m on my last term! Time flies!), but now I wanna share with you what I got from my Bible reading today :D

So, I was reading 1 Samuel 16 : 14-23, and it was about David in Saul’s Service.

Courtesy of http://www.elijahmagazine.com/2012/01/21/dysfunctional/


16:14 Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.

16:15 Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: "Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau;

16:16 baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman."

16:17 Berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: "Carilah bagiku seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku."

16:18 Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia."

16:19 Kemudian Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan: "Suruhlah kepadaku anakmu Daud, yang ada pada kambing domba itu."

16:20 Lalu Isai mengambil seekor keledai yang dimuati roti, sekirbat anggur dan seekor anak kambing, maka dikirimkannyalah itu kepada Saul dengan perantaraan Daud, anaknya.

16:21 Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihinya, dan ia menjadi pembawa senjatanya.

16:22 Sebab itu Saul menyuruh orang kepada Isai mengatakan: "Biarkanlah Daud tetap menjadi pelayanku, sebab aku suka kepadanya."

16:23 Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.

Nah, sebelum bahas bacaan ini, saya mau sharing sedikit. Belakangan ini, sudah 1-2 bulan lah, saya rada jauh dari Tuhan. Bukan yang jadi anak nakal atau ugal-ugalan, tapi saat teduhnya suka bolong-bolong. And you know what? Itu ngefek banget ke segi spiritual dan emosional saya. Saya jadi lebih gampang uring-uringan, negative thinking, sinis, iri, khawatir, meremehkan orang lain… sampai-sampai kalau otak bisa dikeluarin dari kepala supaya berhenti mikir yang jelek-jelek itu, pasti saya keluarin deh! *ekstrem :p*

Saya sih tau setau-taunya kenapa saya begitu (which is karena hubungan sama Tuhan lagi renggang), dan saya juga tau gimana mengatasinya (yaitu dengan bangun hubungan yang dekat dengan Tuhan lagi lewat cara berkomunikasi dengan Tuhan secara pribadi SETIAP HARI), tapi toh kemarin saya malah nggak ambil tindakan penanggulangan itu. 

Malam ini, berhubung sudah bolak-balik ditegur YouVersion karena udah ketinggalan banyak banget di One Year Bible Plan (tuh kan, kelihatan betapa renggangnya hubungan saya sama Tuhan belakangan ini *sigh*), akhirnya saya lanjut baca lagi, yang ternyata masih mentok di 1 Samuel 16 ini, padahal harusnya saya sudah sampai di 1 Tawarikh 9 *malu!*

Waktu saya baca ini, saya beneran berasa ketampar! Apa yang saya dapat?

Pertama: Waktu itu, Roh Tuhan undur daripada Saul, karena Saul nggak menaati perintah Tuhan (dia nggak membunuh seluruh bangsa Amalek beserta ternak-ternaknya seperti yang Tuhan perintahkan, tapi malah menyimpan ternak yang terbaik, dan membiarkan Agag, raja Amalek, hidup). Akibatnya, Saul jadi diganggu roh jahat, yang pasti sangat parah (mungkin doi sampai banting-banting barang atau teriak-teriak sendiri, hiiiy!) karena hamba-hambanya sampai memberi saran supaya Saul mendatangkan seseorang yang pandai main kecapi untuk menenangkan dia jika dia sedang “kumat”.

What can we see from this? Kalau Roh Tuhan undur daripada kita, mungkin karena kita terlalu sering “nyuekin” Dia, atau nggak “memberi Dia makan” dengan asupan Firman Tuhan sebagaimana seharusnya, which is AT LEAST once a day, evil spirit lah yang bakal menguasai kita. Saya nggak bilang kita bakal kesurupan atau apa, tapi evil spirit itu bisa datang dalam bentuk… yup, NEGATIVE THOUGHTS! Perasaan khawatir, hilangnya damai sejahtera yang bikin uring-uringan, iri hati dan nggak bisa ikut senang saat lihat orang lain bahagia atau berhasil, dsb dll dst… semua itu pekerjaan iblis, yang kita beri kesempatan untuk menguasai kita, karena kita MEMBIARKAN Roh Tuhan undur daripada kita. 

I feel that lho, sampai kadang rasanya jengkel sama diri sendiri, kenapa kok saya bisa begini? Kenapa saya nggak bisa kayak dulu yang penuh kasih? Lalu saya ingat, saat-saat di mana saya paling penuh kasih adalah saat-saat di mana hubungan saya paling erat dengan Tuhan. Saya bisa saat teduh dua kali sehari kala itu, pagi dan malam. Saya juga melahap semua e-mail daily devotional yang masuk ke inbox saya. Saya haus dan lapar akan Firman Tuhan, and He made my cup overflows. How I miss those moments. How I want to feel close with Him again, to be able to communicate with Him, get everything back as how they used to be…

Memang pikiran saya dulu bukan yang kebal terhadap semua serangan iblis, but everytime the evil spirit tried to attack me, I was able to do the counterattack! I defend my mind with the Word of God and His promises! Misal, setiap kali iblis ganggu dengan kekuatiran tentang finansial, saya selalu bisa bilang, “The Lord is my shepherd, I shall not want!” 

Tapi ketika saya jauh dari Tuhan, saya nggak melawan ketika saya diserang. Saya diam saja. Saya bertahan dengan enggan, dan pada akhirnya pertahanan yang lemah itu sangat mudah dihancurkan oleh iblis. So, now you know how essential a close relationship with God is. Don’t let go of it!

Courtesy of: http://spirituallythinking.blogspot.sg/2011/12/greatest-comfort.html

Kedua: Daud akhirnya menjadi orang yang bertugas memainkan kecapi untuk menenangkan Saul setiap kali dia “kumat”. Kalau kita lihat, ini bukan semata karena Daud jago main kecapi, tapi juga karena “TUHAN menyertai dia” (ay. 18)

Ketika kamu sedang jauh dari Tuhan, pikiranmu kacau karena segala negative thoughts, kamu butuh “ditenangkan” oleh seseorang yang disertai oleh Tuhan. Cari nasehat dari teman, mentor, atau leader yang godly, bukan temen-temen-galau yang malah bikin kamu makin kacau. 

Coba baca ayat 23, “Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.” Orang yang disertai Tuhan, akan membantu roh jahat atau negative thoughts itu pergi dari kamu, bukannya malah bikin kamu merana dan garuk-garuk tembok meratapi nasib. Choose your companion wisely!

Pada akhirnya, hubungan yang dekat sama Tuhan itu yang terpenting. God is not an option, He’s a necessity. Abide in Him, and He will abide in you, and you’ll see the difference!
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yohanes 15:5)

2 comments:

Tirza Theorupun said...

to be perfectly honest, aku juga ngerasain hal yang sama kak! wah thank you kak steph for this post!

Stephanie Zen said...

you're welcome! :)