Monday, August 15, 2011

I'm Not Ready... Yet

Posting ini akan saya mulai dengan sebuah pertanyaan *heleh*: kenapa setiap ada orang yang masak keasinan, selalu dibilang orang tersebut pengen merit?


Jadi begini, Sabtu kemarin saya masak fu yung hay dan keasinan. Besoknya masak cah sawi baso ikan, dan keasinan lagi! Hahaha. Terus saya ngetweet tentang itu, dan langsung deh banjir komen semacam ini:


Padahal apa hubungannya coba, masak keasinan sama pengen merit? Saya nggak pengen merit lho. Belum, lebih tepatnya.

Lucunya, hari itu hidup saya seakan bertema “marriage”. Setelah paginya dapat tweet comments semacam itu, siangnya pas baca salah satu blog yang saya follow, lha kok temanya marriage juga. Terus malamnya pas ke gereja, khotbahnya juga tentang eng ing eng… MARRIAGE! Haha!

Tapi… semakin banyak baca, dengar, dan belajar tentang marriage, saya semakin yakin lho bahwa saya belum siap. Saya merasa, masih banyak hal yang harus Tuhan bentuk dalam diri not-a-girl-not-yet-a-woman ini. Masih banyak hal yang harus saya lakukan untuk Tuhan, keluarga, teman-teman, dan sesama saya, sebelum saya melakukan hal-hal untuk suami saya kelak. Ini semua dengan catatan, jika Tuhan berkenan memberi saya sebuah pernikahan ya. Kita nggak pernah tahu kan, apakah Dia akan memberikannya atau tidak? ;)

But again, semua saya kembalikan pada Dia. If He thinks that I’m ready enough, well... I’m sure that I am :)

2 comments:

viryanikho said...

gw suka makanan asin dari jaman orok *lebai haha.. berarti gw mao kawin terus gt? wkwkwkkw

Stephanie Zen said...

nah itu dia, gue juga bingung, apa hubungannya, kan? :p