Wednesday, June 4, 2008

Sore Throat and Nightmare

I got sore throat last Sunday.
Berlanjut sampai Senin pagi, yang mengakibatkan saya terpaksa bolos kantor. Mana radang tenggorokan itu berkelanjutan pada demam tinggi pula.
Hhh… kalau dipikir malu-maluin juga ya, masa udah umur segini masih sering sakit sih? Kayak balita aja, dikit-dikit badannya panas. Mau tumbuh gigi, panas. Mau belajar merangkak, panas. Capedeh!
Tapi ya emang saya suka bandel sih. Pas final Coppa Italia kemarin-kemarin itu bukannya tidur sebelum tengah malam, malah nekat mantengin sampai selesai, padahal kelarnya jam empat subuh. Udah gitu, belakangan suka ngemil beng-beng, minum Teh Kotak sama makan gorengan pula. Jelas aja sakit!
Atau… sakitnya justru karena belakangan ini saya rajin olahraga, ya? Maksudnya, mungkin badan saya kaget gitu, yang biasa kerjaannya molor sampai siang di hari Sabtu, kemarin malah bangun jam enam pagi demi jogging dan main bulutangkis sama sepupu-sepupu. Hahaha… kalau benar sakitnya karena itu, kok ya makin konyol?
By the way, pas sakit kemarin itu, saya mimpi buruk. Bukan yang serem-serem karena ada hantunya, tapi cukup horor sampai bikin saya gelisah nggak bisa tidur lagi.
Jadi gini, saya ada satu order ke supplier kabel di Italia. Nilai ordernya lumayan gede, dan deliverynya juga cukup lama, antara 6-8 minggu. Nah, mimpi buruk saya adalah: saya pesan kabel itu ke supplier sebanyak 400 meter, sementara si customer pesan kabel ke saya panjangnya 500 meter. Jadi, dalam mimpi itu saya salah quantity dalam pesan kabel. Sementara, kabel adalah salah satu jenis produk yang nggak bisa diretur *ya iyalah, secara kalau salah potong gitu kan udah nggak mungkin disambungin lagi!*
Nah, kebayang kan, gimana fatalnya kalau sampai salah pesan quantity kabel, apalagi suppliernya di Italia sono?
Ongkos kirim dari Italia ke forwarder saya di Singapura aja udah 345 Euro, meeenn!
Kalau salah pesan, berarti saya harus balikin lagi tu kabel ke Singapura, terus dari Singapura ke Italia *sementara suppliernya belum tentu mau terima lagi*, plus nunggu kabel yang baru dikirim lagi. Itu aja udah rugi ongkos kirim dua kali, belum rugi waktunya. Yang kalau saya hitung-hitung, rugi materialnya bisa lima belas juta-an! Hiaaarrghhh!
Jadi ngerti kan, kenapa saya sampai nggak bisa tidur lagi setelah mimpi itu?
Sampai-sampai kemarin, saya jabanin datang ke kantor satu jam lebih awal, dan nekat masuk walau masih agak meriang, demi bisa mengecek apakah saya benar-benar membuat kesalahan dalam order ke Italia itu atau enggak! Saya bisa gila mikirin order itu kalau harus diam diri sehari lagi di rumah!
But, thanks GOD, setelah saya cek kemarin pagi, ternyata customer saya order sebanyak 100 meter, dan saya memesan dengan jumlah yang tepat sama ke Italia. Dan type kabelnya juga nggak meleset sedikitpun. Leganya minta ampun deh!
Sekarang kabelnya udah sampai Singapura, masih nunggu ijin jalan ke Indonesia. Doakan si kabel sampai dengan selamat ke kantor saya yaa!

2 comments:

rina said...

Steph, kamu sering radang ya? Mirip suamiku ;-) musti sering dijaga minum yang adem2 gitu Steph. semoga gak sering kumat ya, kalau lagi gitu, sengsara banget. Mana badan panas pula...

Stephanie Zen said...

hehe kalau radang sih jarang ci, seringnya thypus & gejala thypus gara2 kebanyakan begadang hahaha *kok malah ketawa? ;p*

thanks ya Ci buat perhatiannya *cieeee* :)