Wednesday, October 3, 2007

Nggak Banget!

Udah pernah baca postingan saya tentang rubbish commercial messages? Itu lhoo… yang tentang betapa-bencinya-saya-pada-iklan-iklan-whitener-products. Nah, kalau lupa, boleh baca lagi di sini.
Menyambung postingan yang itu, tadi pagi saya menyadari kalau saya makin muak pada iklan-iklan whitener itu *mungkinkah ini pengaruh kebetean karena menyadari bahwa BEAUTY berperan sangat penting di dunia ini? Tau ahh… * Gara-gara melihat satu iklan whitener product yang begini:

Ada cewek *yang digambarkan berkulit kusam dan berpenampilan kucel* mendatangi seorang cowok yang tengah mengutak-atik mesin mobilnya.
Lalu si cewek bilang, “Ikut program tanam seribu pohon, yuk?”
Dan, si cowok, tanpa menoleh sedikitpun, menjawab, “Sibuk nih.”

*or sumthing like that, I forgot *
Lalu si cewek pulang ke rumah, dan memandangi wajahnya yang kucel bin kusam di cermin dengan kecewa. Tapi dia lalu pakai whitener cream, dan scene langsung berganti di program tanam seribu pohon, di mana si cewek *yang udah putih kinclong* tersenyum riang karena mendapati cowok “sok-sibuk” itu menunggunya sambil memegang sekop dan tersenyum.
Huebaattss sekali!
Kalau gitu, kenapa nggak semua cewek pakai produk itu aja, biar cowok-cowok pada mau ikut program tanam seribu pohon? Lumayan kan, hutan Indonesia yang gundul bisa punya “rambut” lagi?
I’m sick of this commercial! Nggak banget!
Kesannya, para cowok hanya akan bersedia menolong cewek yang cantik dan putih kinclong aja, sementara kalau si cewek jelek, nggak usah berharap banyak deh.


Terus ada satu lagi, yang si cewek duduk di kafe sama adik ceweknya, dan si adik bilang, “Mendadak, aku dan kakakku punya banyak teman…”, yang menunjukkan cowok-cowok ganteng datang silih berganti sambil membawakan si adik kecil minuman enak, hanya supaya bisa duduk dekat kakaknya yang berkulit kinclong.
Cuihhh!
Kenapa sih nggak bisa bikin konsep iklan yang lebih bermutu? Apa nggak ada cara lain untuk menjual whitener, selain dengan mengatakan “guys love white girls, but hate the black ones”?
Ahh… jadi nyesel kenapa dulu saya maen mulu waktu mata kuliah Advertising & Promotion Kalau serius kan bisa bikin ocehan yang lebih profesional di sini

PS: jadi penasaran... dosen Advertising & Promotion saya dulu *namanya Mr. Bruno, he's French* sekarang ada di mana yaa? Ganteng tu orang, sayang tengilnya amit-amit


3 comments:

andi bagus said...

sabar sabar..tarik nafas lalu keluarkan..wah lagi bad mood sama iklan y mbak.

senny d'ordinary said...

iklan2 skrg emang nggak banget, tapi nggak adilnya iklan2 sialan itu justru malah memakan banyak korban propaganda media. ugh!

Stephanie Zen said...

andi bagus: tarikkk... keluarkaaann... tarik... keluarkaann.. xp

senny: hahaha... begitulah iklan...