Thursday, October 4, 2007

Istri Sang Profesor

Tadi pagi, sebelum ngantor, saya sama Papa nganterin Mama dulu ke Rumah Sakit. Nggaaakkk, Mama nggak sakit kok, cuma janjian ketemu orang aja di RS itu.
Nah, waktu Mama turun menemui si orang, saya dan Papa nunggu di dalam mobil di tempat parkir. Kita ngobrol-ngobrol segala macam, terus tau-tau ada satu Toyota Vios yang lewat di depan kita. Sok banget gayanya, pakai nglakson-nglakson segala, padahal jelas mobil saya parkirnya nggak menghalangi jalan.
Nggak jauh dari mobil saya, tu mobil berhenti, dan mengklakson satu mobil Carry tua yang parkir di bawah pohon yang adem. Lucunya, si Carry tergopoh-gopoh pindah dari tempat parkir adem itu, dan memberikan lahan parkirnya untuk si Vios!
Dialog selanjutnya begini:


Papa: Lahan RS kok dikapling
Saya: Maksudnya?
Papa: Ya itu tadi pasti mobil dokter, atau siapalah, yang sok penting di RS ini. Parkir kalau nggak adem nggak mau. Itu tukang parkirnya pasti dibayar buat jagain lahan itu untuk dia aja.
*Benar saja, ternyata ada tukang parkir yang dengan setianya (atau dengan bodohnya?) menunggu di bawah pohon adem itu. Dia, bagai kerbau dicocok hidungnya, langsung mengaturkan parkiran untuk si Vios*

Papa: Tuh lihat, orangnya keluar.

*Ada ibu-ibu turun dari mobil, dan gayanya naujubile soknya. Di saat yang sama, Mama masuk ke dalam mobil*

Papa: Ma, kamu tau ibu itu siapa, Ma? *sambil nuding si ibu dengan jengkel*
Mama: Ohh... itu istrinya Profesor *****
Papa: Kerja di RS ini juga ta?
Mama: Iya, bagian Neurologi. Kenapa emang?
Papa: Itu, parkir aja minta yang adem. Lahan parkir RS kok dikapling untuk dia. RS ini kan milik negara, harusnya semua orang punya hak yang sama! *FYI, RS yang kami datangi itu memang RSUD, yang berarti milik pemerintah kita yang busuk itu*

Akhirnya, mobil saya jalan lagi, dan waktu ngelewatin tempat parkir si Vios, Papa neriakin tukang parkirnya,
“Cak, Cak... parkir nek ora adem ora gelem yo
bosmu?”
(Cak, Cak, parkir kalau nggak adem nggak mau ya bosmu?)
Si tukang parkir malah cengengesan. Entah menertawai dirinya sendiri yang bodoh karena diperbudak istri sang profesor untuk menyediakan tempat parkir khusus atau karena merasa malu sudah disindir.
Sungguh, mental tenaga medis di negeri ini sudah bobrok. Bahkan lahan parkir RS milik negara pun dikapling untuk kebutuhan pribadi, hanya karena merasa penting dan ingin mendapat perlakuan istimewa .

2 comments:

KieN said...

Emang tuh ... gw juga pernah nemuin kasus kaya gitu ... sok banget emang ... duit ternyata berkuasa ..huahaha ^^'

Stephanie Zen said...

kien: skrg ada yg lbh berkuasa: BEAUTY! :))