Tuesday, July 17, 2007

Minggu 'Berdarah'

Aku nggak tau apa ini emang minggu ’berdarah’ buat aku, atau emang badanku aja yang sedang menurun kemampuannya untuk mendeteksi adanya bahaya-bahaya di sekitarku.
Kenapa bilang gitu?
Pertama, hari Kamis kemarin, waktu masih di Bali, aku berniat belanja sama Oma di deretan toko dekat hotel. Waktu jalan di trotoar, aku ngelewatin satu pura yang lumayan besar. Mungkin gara-gara ngeliatin pura itu, aku nggak nyadar kalau ada batu besar di depanku. Dan nggak perlu ditebak lagi, yang jelas, aku tersandung. Memang nggak sampai jatuh sih, tapi kakiku yang terantuk itu berdarah, dan darahnya menetes-netes di sandalku, euuuuhhh...
Kedua, kejadian kemarin pagi. Aku nyariin pisau cukurku yang lenyap dari kamar mandi. Terus baru ingat kalau pisau cukur itu ada di dalam travel bag yang kubawa ke Bali. Akhinya balik ke kamar, tangan merogoh-rogoh ke dalam tas, dan tiba-tiba...
AWWW!!!
Telunjuk kiriku tergores pisau cukur *yang ternyata penutupnya entah bagaimana sudah terlepas* dan langsung berdarah dengan suksesnya. Eh, bukan cuma berdarah deng, tapi mengucurkan darah bertetes-tetes, sampai Hansaplast pertama yang kupakai pun belepotan darah, dan mau nggak mau harus kuganti yang baru.
Great, dalam satu menit, aku ganti Hansaplast dua kali
Ehm, agak ngeri juga lihat jariku yang payah begini. Bayangin aja, udah satu hari sejak kegores, tapi sampe sekarang sakitnya masih kerasa! Berdenyut-denyut, lagi! Nggak banget deh... Terakhir aku berdarah-darah gini kan waktu masih SD dan seneng-senengnya main gobak sodor. Nggak kebayang sekarang bisa luka karena kecerobohan gini. Kampret!
Ouch, udah ah. Jadi nggak bisa ngetik panjang-panjang kalau jari lagi sakit begini. Buat seorang novelis, jari tuh ibarat nyawa, tau nggak? Dapatkah kau dengar, wahai telunjuk kiriku, nyawa hidupku?? *alakhhhh... makin hiperbol bin gajel saya *

No comments: